MEMPAWAH (11 Mei): Anggota Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, memastikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah bagi masyarakat berjalan tepat sasaran dan tanpa potongan.
“Saya menyayangkan jika masih ada oknum yang berani melakukan pemotongan. Itu tindakan zalim. Saya minta masyarakat ikut mengawasi,” kaya Syarief dalam sosialisasi program BSPS di Aula Gedung PGRI Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026).
Tahun ini, sebanyak 103 unit bantuan BSPS disalurkan kepada masyarakat di enam desa, yakni Desa Peniraman, Sungai Berasau, Pasir Palembang, Bukit Batu, Sungai Duri II, dan Sungai Bakau Besar Darat.
Selain menyoroti pengawasan bantuan, legislator Fraksi Partai NasDem dari Dapil Kalbar I itu juga meminta masyarakat memperhatikan kualitas bangunan, khususnya material kayu, agar rumah yang dibangun tetap kokoh dan layak huni.
Menurutnya, program BSPS tidak hanya bertujuan memperbaiki rumah warga, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan sehat yang dapat membantu menekan angka stunting di desa.
Syarief juga menyampaikan perkembangan penanganan infrastruktur jalan di Mempawah, termasuk genangan jalan di Desa Peniraman dan perbaikan jalan di wilayah Anjungan yang saat ini tengah dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan Barat, Nefri Matina Sampatiku, jajaran kepala desa, serta para penerima manfaat.
Dalam kesempatan itu, Nefri mendorong masyarakat segera memulai pembangunan agar pengerjaan selesai tepat waktu. Ia juga mengingatkan bantuan BSPS merupakan stimulan bagi masyarakat untuk membangun rumah yang lebih layak huni sesuai kemampuan swadaya masing-masing. (Ari Putra/*)
0 Komentar