JAKARTA (20 Mei): Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang sedang menghadapi tantangan berat akibat dinamika geopolitik dunia, termasuk dampak konflik Iran-Amerika Serikat yang memengaruhi berbagai sektor.
“Indonesia adalah pasar yang sangat besar. Ini adalah keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara Asia lainnya. Semestinya pemerintah lebih fokus melindungi pasar dalam negeri sebagai insentif utama bagi industri nasional,” ungkap Gobel saat memberikan pidato pada Apel Besar 17-an di Panasonic Gobel Group, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Apel besar 17-an tersebut juga dihadiri Menteri Tenaga Kerja, Yassirle serta ribuan karyawan perusahaan elektronik tersebut.
Di grup Panasonic Gobel Group, setiap tanggal 17 selalu diadakan upacara bendera. Hal itu sudah menjadi tradisi yang diwariskan Thayeb M Gobel selaku pendiri perusahaan. Upacara 17-an tersebut tidak hanya dilakukan pada bulan Agustus. Upacara itu untuk menanamkan sikap patriotik, nasionalisme, dan sekaligus menjadi konsolidasi nilai-nilai budaya kerja.
Khusus bulan Mei ini upacara 17-an menjadi apel besar karena menjadi bagian dari kegiatan bulan Hubungan Industrial Pancasila dan 70 Tahun Gobel Membangun Negeri. Apel tersebut juga dihadiri pimpinan Panasonic Gobel, Rachmat Gobel, M Arif Gobel, Direktur Utama Panasonic Manufacturing Indonesia Daniel Suhardiman, dan Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel Joko Wahyudi.
Dalam kesempatan tersebut, Gobel juga menyoroti maraknya impor ilegal yang sangat besar, ditambah lagi dengan dibukanya keran impor resmi untuk produk-produk seperti tekstil, handicraft, dan mebel. Khusus untuk barang elektronik, Gobel menyampaikan pesan tegas.
“Kalau barang elektronik sudah diproduksi di Indonesia, jangan diimpor lagi, Pak. Cukup itu yang saya minta,” tegas Gobel.
Menurut Gobel, industri bukan sekadar tempat membuat barang. Dalam situasi damai, industri adalah industri kesejahteraan yang menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat. Namun dalam kondisi darurat seperti sekarang, industri juga harus berfungsi sebagai industri pertahanan yang menjaga ketahanan ekonomi bangsa.
Di akhir sambutannya, Gobel menegaskan bahwa suaranya ini murni untuk menjaga semangat para pekerja.
“Saya bersuara seperti ini bukan hanya untuk karyawan di Panasonic saja, tapi untuk seluruh pelaku industri di Tanah Air. Kita harus jaga semangat mereka agar tetap optimis dan produktif meski menghadapi tekanan global yang berat,” tutup Gobel.
Pada kesempatan itu, Menaker juga meresmikan Ebu Center. Yaitu pusat studi yang mendokumentasikan nilai-nilai perusahaan yang diajarkan Konosuke Matsushita dan Thayeb M Gobel. Matsushita adalah pendiri Panasonic dan Gobel adalah pendiri Gobel Group. Dua tokoh ini melakukan kerja sama dengan mendirikan Panasonic Gobel Group.
Matsushita terkenal dengan Filosofi Air Mengalir, sedangkan Gobel terkenal dengan Filosofi Pohon Pisang. Air mengajarkan tentang memberi kehidupan, sedangkan pohon pisang mengajarkan manfaat bagi kehidupan. (Nasihin/*)
0 Komentar