Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Dini Rahmania Beri Sejumlah Catatan Perbaikan Ibadah Haji 2026

📅 09 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (9 Juni): Anggota Komisi VIII DPR RI yang juga anggota Tim Pengawas Haji DPR RI dari Fraksi Partai NasDem mengungkapkan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2026, sudah ada peningkatan yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Secara umum, penyelenggaraan haji tahun ini terlihat lebih tertata, lebih rapi, dan lebih terorganisasi. Berbagai layanan yang diterima jamaah mulai dari kedatangan, akomodasi, transportasi, hingga pelaksanaan puncak ibadah haji menunjukkan perbaikan yang nyata. Sebagai jamaah, saya merasakan langsung bahwa koordinasi di lapangan berjalan lebih baik sehingga banyak proses pelayanan dapat berlangsung lebih lancar,” ungkap Dini dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Atas hal tersebut, legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo – Pasuruan) itu menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia beserta seluruh petugas haji yang telah bekerja keras melayani jamaah Indonesia.

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, khususnya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, atas berbagai upaya pembenahan dan peningkatan layanan yang terus dilakukan dari tahun ke tahun,” tukas Dini.

Ditambahkan Dini, kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pelaksanaan haji tahun ini. Berbagai pembenahan yang dilakukan menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi jamaah.

Meski demikian, sebagai bagian dari Tim Pengawas Haji DPR RI, Dini tetap mencatat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan, khususnya terkait layanan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Karena kawasan tersebut merupakan titik paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji, maka aspek transportasi, mobilitas jamaah, kenyamanan layanan, serta pendampingan bagi jamaah lansia dan kelompok rentan perlu terus ditingkatkan.

“Di samping berbagai perbaikan yang patut diapresiasi, saya juga mencatat adanya keterlambatan penerbangan yang dialami sejumlah jamaah pada fase pemulangan, baik yang menggunakan maskapai Saudia maupun Garuda Indonesia,” ujar Dini.

Meskipun kepadatan lalu lintas penerbangan di bandara Arab Saudi pada musim haji dapat dipahami, jelasnya, kondisi tersebut sebenarnya sudah dapat diprediksi dan diantisipasi sejak awal.

“Karena itu, saya berharap maskapai memberikan perhatian lebih terhadap aspek On Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu penerbangan, termasuk memastikan jamaah memperoleh informasi yang jelas dan pelayanan yang layak apabila terjadi keterlambatan, sehingga jamaah tidak berada dalam ketidakpastian setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji yang panjang dan melelahkan,” urainya.

Dalam hal tersebut, Dini memandang bahwa setiap catatan yang ada harus dijadikan bahan evaluasi konstruktif. Sebab tujuan utama bukan hanya memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan, tetapi juga memastikan jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, tenang, dan khusyuk.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan haji tahun 2026 menunjukkan kemajuan yang layak diapresiasi. Semoga berbagai capaian positif ini dapat terus dipertahankan dan disempurnakan sehingga kualitas pelayanan haji Indonesia semakin profesional dan semakin berorientasi pada kebutuhan jamaah.(Najib/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *