Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Mori Hanafi Minta Angkutan Perintis Prioritaskan Daerah 3T

📅 14 Jul 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (14 Juli): Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, meminta pemerintah tetap memprioritaskan layanan angkutan perintis bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, transportasi menjadi kebutuhan dasar yang sangat bergantung kepada kehadiran negara. Mori menilai masyarakat di pelosok tidak memiliki banyak pilihan akses transportasi sehingga layanan angkutan perintis harus terus diperkuat.

“Buat saudara-saudara kita Pak, orang-orang yang berada di ujung-ujung desa, yang sulit terjangkau atau yang berada di wilayah 3T. Mereka tidak punya pilihan kecuali kita bantu lewat layanan angkutan, baik darat, laut ,maupun udara,” ujar Mori dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan Dirjen Perhubungan Darat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Mori menegaskan, angkutan perintis merupakan layanan yang menyentuh langsung masyarakat yang paling membutuhkan. Karena itu, menurutnya, kebijakan pemerintah harus mengutamakan keberlangsungan layanan tersebut.

“Jadi mana prioritasnya kita? Angkutan perintis di pelosok-pelosok itu pasti orang miskin Pak, tidak mungkin orang kaya,” ujar Mori.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan akses transportasi dapat berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik di daerah terpencil. Mori berharap negara tetap menyediakan layanan transportasi yang mampu menjangkau seluruh wilayah.

“Saudara-saudara kami itu masih bisa makan singkong, kedelai, jagung, Pak. Tapi kalau soal angkutan, tidak ada pilihan Pak. Mereka cuma mengandalkan kita,” pungkas Mori.

Menurut Mori, keberpihakan terhadap masyarakat di wilayah 3T perlu diwujudkan melalui kebijakan transportasi yang inklusif agar seluruh warga negara memperoleh akses yang setara terhadap layanan publik dan pembangunan.

Dengan demikian, angkutan perintis tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga menjadi penghubung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri. (gema/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *