Oleh: Feri Gita Rahayu, S.Pd.
Ketua DPD Garnita Malahayati NasDem Kabupaten Probolinggo
LIMA belas tahun lalu, pada 19 Juli 2011, Garnita Malahayati Partai NasDem lahir membawa nama besar Laksamana Malahayati—pahlawan perempuan yang membuktikan bahwa keberanian dan keteguhan tak pernah mengenal batas gender.
Hari ini, 19 Juli 2026, dalam usianya yang ke-15, Garnita Malahayati kembali menegaskan keberadaannya di tengah dinamika bangsa. Momentum HUT ke-15 ini bukan sekadar perayaan seremonial. Bagi kami di Kabupaten Probolinggo, ini adalah titik refleksi mendalam atas tema yang kita usung bersama: perempuan bukan sekadar pelengkap perjalanan bangsa, melainkan penggerak yang menghadirkan gagasan, kepedulian, dan perubahan.
Sejarah panjang sering kali menempatkan perempuan di garis belakang—dianggap sebagai pelengkap narasi, sekadar pemenuhan kuota, atau pemanis dalam dinamika politik dan kemasyarakatan. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Dari dapur-dapur rumah tangga yang mengelola ketahanan pangan keluarga, hingga ruang-ruang rapat pembentukan kebijakan publik, perempuan senantiasa hadir membawa perspektif yang unik dan vital, yakni kepedulian dan kepekaan sosial.
Menghadirkan perempuan dalam pembangunan bukanlah bentuk kepatuhan pada regulasi semata, melainkan kebutuhan objektif bangsa. Ketika perempuan diberi ruang untuk memimpin dan menyuarakan gagasan, yang lahir bukan hanya kebijakan yang tegas, melainkan kebijakan yang memiliki empati—kebijakan yang menyentuh akar persoalan pendidikan, kesehatan ibu dan anak, ekonomi keluarga, hingga perlindungan sosial.
Sebagai pendidik dan bagian dari masyarakat Kabupaten Probolinggo, saya melihat langsung betapa besarnya potensi perempuan di daerah kita. Perempuan Probolinggo adalah sosok-sosok tangguh: mereka adalah petani, pedagang, guru, pengusaha UMKM, hingga ibu rumah tangga yang tak lelah berjuang demi masa depan anak-anaknya.
Di Garnita Malahayati NasDem Kabupaten Probolinggo, kami berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi penonton. Kami hadir untuk menggerakkan gagasan dengan mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.
Kami juga konsisten memperjuangkan kepedulian, memastikan isu kesetaraan akses pendidikan, ekonomi perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak menjadi prioritas. Semua ini dilakukan demi mewujudkan perubahan nyata, menjadikan Garnita Malahayati sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan politik agar perempuan Probolinggo makin mandiri, berdaya, dan percaya diri.
Lima belas tahun adalah usia kedewasaan gerakan. Langkah Garnita Malahayati NasDem tak boleh berhenti pada retorika semata. Kita harus terus bergerak turun ke masyarakat, mendengarkan, dan memberikan solusi konkret atas tantangan zaman. Kepada seluruh kader Garnita Malahayati dan perempuan di Kabupaten Probolinggo, mari kita jadikan momentum peringatan ke-15 ini sebagai bahan bakar semangat baru. Jangan pernah ragu melangkah, jangan pernah merasa kecil untuk bersuara.
Perjalanan bangsa ini membutuhkan gagasan kita, kepedulian kita, dan tindakan nyata kita. Sebab sejatinya, ketika seorang perempuan berdaya, satu keluarga terselamatkan, dan satu peradaban ikut bergerak maju. Selamat Hari Ulang Tahun ke-15 Garnita Malahayati NasDem. Bersama, Berjuang, Menang untuk Indonesia!
(WH/AS)
0 Komentar