NGADA (19 Agustus): Ketika rasa aman warga belum sepenuhnya pulih pascagempa, kepedulian hadir menyusuri posko-posko pengungsian di Ngada, Flores, NTT.
Melalui gerakan NasDem Peduli, jajaran Partai NasDem Kabupaten Ngada menyalurkan kebutuhan pokok kepada warga yang masih bertahan di sejumlah titik pengungsian. Bantuan tersebut merupakan dukungan anggota DPR RI Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan NTT I, Julie Sutrisno Laiskodat.
Dalam dua kloter penyaluran pada 17–18 Agustus 2026, sebanyak 2 ton beras, 375 dus mi instan, 351 papan telur, dan 300 dus air minum kemasan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Ngada.
Bantuan itu tidak berhenti di satu lokasi. Tim bergerak dari satu titik ke titik lain, mendatangi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan yang memilih mengungsi secara mandiri di sekitar tempat tinggal.
Staf Ahli Julie Sutrisno Laiskodat, Don Copertino Nua, mengatakan penyaluran diprioritaskan bagi keluarga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal atau tidak lagi dapat menempati rumah dengan aman.
“Kloter pertama dilakukan di lima titik, menyasar Kecamatan Golewa Barat, Golewa, dan Wolomeze,” ujar Don kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Pada penyaluran pertama, Senin (17/8/2026), tim membawa 500 kilogram beras, 75 dus mi instan, dan sekitar 50 papan telur untuk 76 kepala keluarga terdampak.
Di sejumlah lokasi, kondisi warga masih memprihatinkan. Ada keluarga yang mendirikan tenda di sekitar rumah karena bangunan mengalami kerusakan, sementara sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat atau tetangga yang masih aman.
“Di setiap titik pengungsian terdapat sekitar 10 sampai 12 keluarga. Bahkan ada satu titik yang menampung hingga 16 keluarga,” kata Don.
Pendataan menjadi dasar penentuan lokasi bantuan. Tim memprioritaskan warga berdasarkan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan paling mendesak sehingga logistik dapat segera diterima keluarga yang membutuhkan.
Riung Raya hingga Aimere
Sehari kemudian, tim kembali bergerak. Kloter kedua menyasar 15 titik di wilayah Riung Raya, Bajawa, dan Aimere, dengan membawa 1,5 ton beras, 170 dus mi instan, serta 300 dus air minum kemasan.
Don mengatakan Julie Laiskodat meminta agar bantuan tidak berhenti pada penyerahan simbolis, tetapi benar-benar diterima warga terdampak di lokasi pengungsian.
“Arahan Ibu Julie adalah memastikan bantuan ini diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak dan berada di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Menurut Don, bantuan tersebut diharapkan dapat menopang kebutuhan dasar keluarga selama masa tanggap darurat, sekaligus membantu warga melewati masa awal pemulihan setelah bencana.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Ngada, Moses Jalawatu, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk kehadiran partai bersama masyarakat ketika kondisi sedang sulit.
“Hari ketiga ini, bantuan berupa 1,5 ton beras, mi sebanyak 170 dus dan air minum sebanyak 300 dus,” ujar Moses.
Ia mengatakan bantuan tersebut sekaligus membawa pesan agar masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.
“Ini merupakan bentuk kepedulian Partai NasDem, khususnya NasDem Ngada, terhadap korban dampak gempa di sebagian wilayah Flores, khususnya di Kabupaten Ngada,” katanya.
Moses juga mengingatkan warga untuk tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin saja terjadi,” ujarnya.
Di tengah rumah yang belum dapat ditempati, tenda yang menjadi tempat berlindung, serta ketidakpastian yang masih dirasakan warga, beras, air minum, dan makanan yang tiba di posko menjadi penopang penting bagi kehidupan sehari-hari.
Gerakan NasDem Peduli pun terus diarahkan untuk mengikuti kebutuhan di lapangan. Dari satu titik pengungsian ke titik berikutnya, bantuan bergerak bersama pesan sederhana: ketika bencana datang, warga tidak boleh merasa menghadapi semuanya sendirian. (bronto/*)
0 Komentar