PALANGKA RAYA (1 September): Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Namun, di tengah memburuknya kondisi kabut asap, Andina meminta respons pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mempercepat perlindungan kesehatan masyarakat.
“Saya mengapresiasi perhatian Bapak Presiden dan Pemerintah Pusat yang sudah turun langsung dan memperkuat penanganan di Kalimantan Tengah. Sekarang yang perlu kita pastikan adalah pemadaman api dan perlindungan kesehatan masyarakat berjalan sama cepatnya,” kata Andina, Senin (31/8/2026).
Andina mengungkapkan, dirinya bersama tim telah bergerak sejak 20 Agustus untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Hingga 31 Agustus, bantuan yang telah disalurkan berupa 20.000 masker, 200 kaleng oksigen portabel, 1.500 multivitamin, dan 12.000 vitamin C untuk anak.
Menurut Andina, penguatan respons pemerintah diperlukan karena kebakaran dan kabut asap masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Data Kementerian Kehutanan mencatat masih terdapat 308 titik panas di Kalimantan Tengah hingga 30 Agustus pukul 21.02 WIB.
Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Data Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat 72.431 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga minggu ketiga Agustus yang tersebar di 14 kabupaten/kota.
Andina menegaskan, angka tersebut merupakan keseluruhan kasus ISPA yang tercatat dan tidak seluruhnya dapat langsung dikaitkan dengan paparan kabut asap. Namun, kondisi musim kemarau dan asap akibat karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
“Karhutla mungkin bermula dari api, tetapi dampaknya sampai ke paru-paru masyarakat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit pernapasan harus menjadi prioritas kita,” ujarnya.
Karena itu, Andina meminta dukungan lebih lanjut dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya unsur kesehatan TNI, untuk membantu pemerintah daerah menyediakan Rumah Aman Asap atau layanan kesehatan lapangan di kabupaten yang terdampak.
Menurutnya, fasilitas tersebut perlu diprioritaskan di wilayah dengan kualitas udara buruk, paparan asap tinggi, serta akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas.
Rumah Aman Asap, lanjut Andina, perlu dilengkapi oksigen, masker KN95 atau setara, nebulizer, vitamin, tenaga kesehatan, serta ruangan dengan kualitas udara yang lebih aman bagi masyarakat.
Kementerian Kesehatan sebelumnya telah memobilisasi tenaga kesehatan dan menyiapkan fasilitas layanan serta rujukan di wilayah yang terdampak karhutla.
Andina juga mengapresiasi berbagai inisiatif warga dan komunitas yang secara mandiri membentuk ruang aman dari paparan asap.
“Masyarakat sudah bergerak melindungi keluarganya. Pemerintah sekarang perlu hadir memperbesar kapasitas itu. Jangan sampai kita baru memperkuat respons kesehatan setelah semakin banyak warga jatuh sakit. Selama asap masih ada, perlindungan kesehatan harus hadir sedekat mungkin dengan masyarakat,” pungkasnya. (*)
0 Komentar