Home / Berita / Berita
Berita

GPSP Apresiasi Upaya NasDem Perkuat Partisipasi Perempuan

đź“… 26 Sep 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (26 September): Partisipasi perempuan dalam politik tak cukup berhenti pada angka keterwakilan 30%. Perempuan juga perlu diberi ruang untuk belajar, berkembang, dan terlibat secara aktif.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim dengan Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (25/9).

Ketua GPSP Dr. Sri Budi Eko Wardani mengapresiasi sejumlah program pendidikan politik yang dijalankan Partai NasDem, di antaranya Akademi Perempuan NasDem, dan Remaja Bernegara.

“Saya tadi sangat takjub juga mendengar penjelasan bahwa ada beberapa kegiatan, misalnya ada akademi perempuan, sekolah perempuan, remaja bernegara, di mana membuka pendidikan politik bagi masyarakat dan terutama perempuan didorong untuk 30% hadir dan ternyata perempuan lebih banyak,” ujar Sri Budi.

Menurutnya, ruang-ruang pendidikan politik tersebut penting bagi partai politik dalam memenuhi amanat undang-undang terkait pencalonan perempuan minimal 30%.

Sri Budi menegaskan, keterlibatan perempuan tidak semestinya dipandang sebagai beban bagi partai politik. Sebaliknya, hal itu merupakan tanggung jawab partai untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya perempuan, agar semakin banyak yang memiliki minat dan komitmen untuk terlibat dalam politik.

“Jadi, saya berharap bahwa ini harusnya bukan menjadi beban bagi partai politik tapi dilihat sebagai tanggung jawab partai politik untuk melakukan pendidikan politik kepada warga negara, terutama perempuan, supaya perempuan juga memiliki komitmen, berminat,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa upaya memperkuat partisipasi perempuan tidak cukup hanya dengan mendorong perempuan masuk partai atau menjadi calon legislatif. Lingkungan politik yang kondusif juga perlu dibangun agar perempuan dapat menjalankan perannya secara optimal.

“Bukan hanya membuat perempuan masuk partai atau jadi caleg tapi juga bagaimana menciptakan suasana yang kondusif bagi perempuan untuk terlibat dalam dunia partai politik,” ujarnya.

Sri Budi mencontohkan, lingkungan yang ramah perempuan dapat diwujudkan melalui pengaturan rapat agar tidak berlangsung hingga tengah malam serta penyediaan fasilitas seperti ruang laktasi bagi perempuan yang masih menyusui.

“Kalau ruang-ruang itu diciptakan di partai politik seperti NasDem, saya pikir ada kemajuan di dalam melihat partisipasi politik perempuan. Tidak sekadar tadi dikatakan hanya hadir tapi juga kemudian perempuan memperoleh manfaat dari keterlibatannya di dalam dunia politik,” tuturnya. (WH/FM)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *