SURAKARTA (28 September): Combat Readiness atau yang biasa disebut kesiapan tempur adalah kondisi saat angkatan bersenjata termasuk unit, personel, alutsista (alat utama sistem persenjataan), kapal perang, hingga pesawat terbang berada dalam keadaan siap penuh untuk melakukan operasi militer atau pertempuran kapan saja.
“(Combat readiness) tidak hanya penambahan alutsista tetapi juga bagaimana kesiapan operasi kemudian keandalan pemeliharaan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus kemandirian industri pertahanan kita,” ujar anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I ke Landasan Udara Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026).
Wakil rakyat Dapil Jawa Tengah VIII itu juga mengingatkan agar TNI-AU lebih mengoptimalisasi strategi operasi penerbangan untuk menghadapi segala tantangan peperangan modern seperti peperangan secara siber dan perang multidomain.
“Optimalisasi penerbangan ini memang harus berjalan seiring dengan combat readiness kemudian juga keselamatan penerbangan,” ungkap Amel, sapaan Amelia Anggraini.
Ia pun menegaskan jangan hanya penambahan alutsista tetapi tidak dimbangi oleh prajurit yang mumpuni. Pasalnya, tidak hanya alutsista yang menjadi tonggak utama dalam keberhasilan strategi di peperangan namun juga harus didukung oleh prajurit yang tangguh dan memiliki pengetahuan sekaligus pengalaman untuk menghadapi segala kondisi medan peperangan.
“Jadi bukan menambah jumlah dan jenis platformnya saja (alutsita) tetapi harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang mampu mencetak personel memiliki combat readiness dan kemampuan mengambil Keputusan dalam situasi operasi yang kompleks,” pungkasnya. (dpr.go.id/*)
0 Komentar