Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

📅 28 Sep 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (28 September): Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Namun, penggunaan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat dalam proses pendidikan.

“Saya berpandangan bahwa AI harus memperkuat manusia, bukan menggantikan manusia,” kata Lita dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI dengan APPTI, UICI, Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia dan IPAPI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Lita, digitalisasi pendidikan seharusnya tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi. Digitalisasi harus menjadi instrumen untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

“Digitalisasi harus menjadi instrumen pemerataan, bukan tujuan. Teknologi dan AI dapat membantu menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses pendidikan, termasuk di wilayah 3T, namun digitalisasi tidak akan efektif tanpa dukungan internet, perangkat, listrik, dan literasi digital yang memadai. Jangan sampai digital divide justru berubah menjadi education divide,” jelasnya.

Ia menilai pemanfaatan AI juga perlu diiringi dengan tata kelola yang memastikan teknologi tetap berada dalam kendali manusia. Hal tersebut penting terutama dalam penggunaan AI untuk asesmen maupun pengawasan akademik.

“Penggunaan AI dalam asesmen maupun pengawasan akademik tetap harus berada dalam kendali manusia, disertai perlindungan data, transparansi, pencegahan bias, serta mekanisme keberatan apabila terjadi kesalahan,” ungkap Lita.

Selain infrastruktur dan tata kelola, Lita menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dosen dan tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan AI.

Menurutnya, tenaga pendidik tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan AI dengan kompetensi pedagogis dan substansi keilmuan dalam proses pembelajaran.

“Hal yang sama berlaku bagi para dosen dan tenaga pendidik. Mereka tidak cukup hanya mampu menggunakan AI, kompetensinya harus berkembang dari TPACK menuju TPAIK, yaitu kemampuan mengintegrasikan teknologi, pedagogi, substansi keilmuan, dan AI dalam proses pembelajaran,” pungkasnya. (safa/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *