PONTIANAK (14 Oktober): Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, H. Syarief Abdullah Alkadrie, S.H., M.H., menghadiri rapat koordinasi sekaligus melaksanakan kunjungan kerja reses bersama Pemerintah Kota Pontianak di Kantor Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, penanganan kemacetan lalu lintas, pembangunan jembatan, serta ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak.
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Pontianak beserta jajaran pemerintah daerah dan sejumlah mitra kerja Komisi V DPR RI, di antaranya Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Barat, serta perwakilan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi teknis dalam mencari solusi konkret atas berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat Pontianak dan sekitarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Syarief memberikan sejumlah catatan penting, khususnya terkait kondisi pelayanan air bersih dan ketersediaan air baku di Kota Pontianak. Menurutnya, persoalan air baku merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius dan penanganan secara berkelanjutan.
Dalam kunjungan reses ini, Syarief secara khusus menghadirkan sejumlah kepala balai yang menjadi mitra kerja terkait untuk membahas persoalan infrastruktur secara langsung, mulai dari jalan nasional, jembatan, sumber air baku, hingga penataan kawasan.
Selain persoalan air baku, Syarief juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jembatan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas di Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan Jembatan Kapuas III harus terus dikawal dan menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat.
Menurutnya, kebutuhan terhadap duplikasi jembatan kapuas 2 semakin mendesak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, pertumbuhan kawasan perkotaan, serta kebutuhan konektivitas menuju kawasan pelabuhan dan pusat kegiatan ekonomi.
Syarief juga menyinggung pentingnya penanganan duplikasi Jembatan Kapuas II serta rencana pembangunan jembatan di kawasan Ambawang sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan transportasi dan mengurangi beban lalu lintas pada jalur-jalur utama.
Ia berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat sinergi, khususnya dalam penyusunan perencanaan teknis dan dokumen Detail Engineering Design (DED), sehingga tahapan pembangunan dapat dipersiapkan secara lebih cepat.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah agar perencanaan yang telah disusun dapat berlanjut hingga tahap pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (aris/*)
0 Komentar