BANDUNG (24 Oktober): Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Teguh Iswara Suardi, menjadi panelis dalam Young Engineer Festival yang merupakan bagian dari rangkaian Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44.
Kegiatan yang dilangsungkan pada Selasa-Kamid (20-22/10/2026) di Kota Bandung, Jawa Barat itu menjadi ruang pertukaran gagasan bagi insinyur muda untuk memperluas wawasan dan memahami tantangan pembangunan dari perspektif lokal hingga global.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan praktisi insinyur muda yang berprofesi sebagai konsultan spesialis Building Information Modeling (BIM) dari Malaysia. Kehadiran berbagai perspektif ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami pendekatan pembangunan dari sisi pemerintah maupun sektor swasta.
Teguh menilai forum tersebut sebagai momentum penting bagi insinyur muda untuk memperkaya pengetahuan, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi lintas sektor serta negara.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan wilayah geografis yang luas memiliki beragam tantangan pembangunan, mulai dari pemerataan infrastruktur hingga pengelolaan sumber daya alam. Namun, tantangan tersebut juga membuka ruang bagi para insinyur untuk melahirkan solusi yang kreatif, inovatif, dan tepat sasaran.
“Insinyur muda harus mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk menghadirkan solusi. Inilah hakikat profesi insinyur, yaitu menjawab berbagai persoalan melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,” ujar Teguh sekaligus menjadi pesan yang ditekankan dalam diskusi tersebut.
Sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan, di antaranya transisi menuju green infrastructure dan green mining, pemanfaatan teknologi dalam perencanaan pembangunan, penguatan peluang bagi tenaga kerja lokal, serta pentingnya pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan resilien.
Teguh memandang bahwa transformasi pembangunan harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Inovasi di bidang keinsinyuran diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembangunan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya mempertemukan perspektif global dengan kebutuhan lokal. Pengalaman dari negara lain dapat menjadi referensi, tetapi implementasinya perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah, potensi sumber daya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Melalui forum Young Engineer Festival, diharapkan semakin banyak insinyur muda Indonesia yang berani mengambil peran dalam menjawab tantangan pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas keinsinyuran menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pembangunan yang maju dan berkelanjutan.
Bagi Teguh, penguatan kapasitas insinyur muda merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Dengan kreativitas, inovasi, dan semangat kolaborasi, generasi insinyur Indonesia diharapkan mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan di tingkat regional maupun global. (najib/*)
0 Komentar