News Detail

Sri Muslimatun Usung Toleransi Politik di Sleman

Sri Muslimatun Usung Toleransi Politik di Sleman

  • 28 Oktober 2020
  • 30
  • NasDem Sleman
  • Sri Muslimatun

SLEMAN (28 Oktober): Kontestasi Pilkada menjadi momentum adu strategi untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Mendatangi tokoh masyarakat atau elite-elite lokal yang memiliki basis massa, lazim dilakukan para kontestan.

Berbeda dengan Sri Muslimatun. Paslon nomor urut 2 di Pilkada Sleman, DIY, yang diusung Partai NasDem ini memilih pendekatan keberagaman. Ia bersilaturahmi dengan para pengurus Kevikepan (Wakil Keuskupan) Yogyakarta dalam rangka sosialisasi program kerja melalui konsep “toleransi politik.”  Menurutnya, toleransi politik adalah instrumen yang dapat bergerak fleksibel menghimpun potensi keberagaman.

“Perbedaan agama, suku, budaya tak perlu lagi diperdebatkan. Saya ingin politik menjadi instrumen untuk memperkuat toleransi sekaligus alternatif baru membangun Sleman,” katanya di Kevikepan DIY, Jalan Panembahan Senopati, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (28/10).

Hadir dalam perteman itu pimpinan Kevikepan, antara lain Romo Adrianus Maradiyo dan Romo Sapto Nugroho. Mereka berbincang seputar kondisi sosial dan potret keberagaman di Yogyakarta yang perlu diperhatikan.

“Kami senang dan menyambut baik gagasan politik toleransi. Harapan kami seluruh perbedaan dapat terkonsolidasi secara matang agar pembangunan lebih tertata,” ujar Romo Sapto.

Di sisi lain, Muslimatun mengakui masih banyak anggapan bahwa politik hanya urusan kepentingan. Para kontestan Pilkada cenderung merapat kepada kelompok dengan basis massa yang banyak. Padahal lebih dari itu, politik dapat digunakan untuk menjaring aspirasi dari berbagai komponen masyarakat, tanpa melihat mayoritas atau minoritas.

“Politik toleransi itu kan sifatnya menyatukan berbagai aspirasi, sehingga dalam pembangunan ada partisipasi dari semua komponen. Saya menilai, Kevikepan ini komponen yang sangat penting untuk dilibatkan,” kata Muslimatun.

Dalam kesempatan ini Muslimatun juga menerima pakta integritas dari Forum Masyarakat Katolik Kabupaten Sleman. Pakta integritas berisi gerakan moral untuk komitmen kebangsaan.

“Saya mendukung sepenuhnya gerakan berbasis kebangsaan. Biarkan masyarakat tahu kalau saya menjadikan politik sebagai ikatan untuk keberagaman, ikatan untuk membangun kesejahteraan,” ujar sosok yang dikenal Ibune wong Sleman itu.(RO/Nizar/*)