Opini Detail

Anak Muda dalam Setahun Pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin

Anak Muda dalam Setahun Pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin

  • 21 Oktober 2020
  • 97

Anak Muda dalam Setahun Pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin

 

Oleh Lathifa Al Anshori; Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial DPP Partai NasDem

SATU tahun silam. Tepatnya Minggu, 20 Oktober 2019. Joko Widodo & KH Ma’ruf Amin resmi dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. 

Pengukuhan keduanya sebagai pemimpin tertinggi disaksikan jutaan pasang mata rakyat Indonesia. Dihadiri 17 perwakilan negara lain dan sejumlah tokoh nasional dari mulai Presiden ke enam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke lima Indonesia Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahkan, rival di Pilpres 2019 yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga hadir di Gedung DPR/MPR, Jakarta. 

Kita semua tentunya tidak akan pernah melupakan banyaknya konflik dan drama yang mewarnai perjalanan menuju gelaran Pilpres 2019. Isu, hoaks dan SARA seakan tidak ada habisnya sempat membuat bangsa Indonesia terbelah menjadi dua kubu yang saling bermusuhan. 

Oleh karenanya, pelantikan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden seakan menjadi puncak dan akhir dari pertarungan panjang yang tidak hanya dilalui oleh keduanya, namun juga seluruh elemen bangsa Indonesia. Pelantikan keduanya juga menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali dan membangun Indonesia dengan ikut mendukung pemerintahan dibawah kepemimpinan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. 

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam berbagai kesempatan termasuk saat kampanye akbar yang digelar pada 13 April 2019 di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, menekankan pentingnya memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam upaya mewujudkan Indonesia yang hebat. Maka di periode kepemimpinannya yang kedua kini, pemerintah lebih menekankan membangun SDM, setelah di periode pertama fokus dengan pembangunan infrastruktur. SDM yang mumpuni tersebut nantinya diharapkan mampu mendorong UMKM untuk "go digital". 

Kondisi itu penting, antara lain karena saat ini UMKM menopang 65% perekonomian nasional. Bahkan, UMKM adalah salah satu kekuatan yang bisa membuat Indonesia tidak masuk ke jurang resesi. Kefasihan anak muda berinteraksi dengan gawai adalah modal yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Namun sayangnya, pandemi Covid-19 turut mempengaruhi berbagai rencana dan program yang telah disiapkan. 

Meski demikian, Presiden tidak pernah mengabaikan janjinya. Meski laju pertumbuhan ekonomi sempat tersendat, tapi Presiden tetap memegang visi mewujudkan lima arahan strategis menuju masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur yang meliputi : 

1. Pembangunan Sumber Daya Manusia.

2. Pembangunan Infrastruktur.

3. Penyederhanaan Regulasi.

4. Penyederhanaan Birokrasi.

5. Transformasi Ekonomi.

Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan untuk memprioritaskan program dan penanganan di bidang kesehatan, pemulihan sosial dan ekonomi, terutama untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi. Namun lima arahan pembangunan tetap menjadi pilar bagi Visi Indonesia 2045 demi memastikan Indonesia menjadi negara maju.

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu poin yang tetap menjadi prioritas dan perhatian khusus sekalipun kini situasi berada dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. Meningkatkan kualitas SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Waktunya terbilang pendek, hanya satu generasi untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia agar mampu menjawab pertarungan global.

Tidak ada cara lain dalam menghadapi perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, selain dengan meningkatkan kualitas SDM. Terlebih Indonesia masih membutuhkan banyak SDM yang berkompetensi khususnya di bidang teknologi digital. 

Berdasarkan penelitian Bank Dunia dan McKinsey, dalam rentang waktu 2015-2030 Indonesia membutuhkan 9 juta SDM digital atau sekitar 600 ribu orang setiap tahunnya. 

Mempersiapkan dan membentuk SDM yang unggul bukanlah perkara mudah. Pekerjaan rumah terbesar pemerintah dalam menyiapkan SDM saat ini salah satunya adalah menurunkan tingkat stunting di Indonesia. 

Faktor terpenting adalah pemerataan ekonomi demi mengurangi tingkat kemiskinan. Sektor pendidikan di Tanah Air pun masih banyak yang harus dibenahi. Terutama bagaimana anak-anak Indonesia di berbagai pelosok Tanah Air mendapatkan kesempatan seluasnya untuk bersekolah hingga kuliah. 

Upaya pemerintah untuk membangun kualitas SDM dari sektor pendidikan pun tak main-main. Sekolah hingga sarjana kini bisa dicapai semua kalangan masyarakat, karena pemerintah telah menyediakan bantuan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP), sebuah upaya yang disiapkan untuk siswa SD, SMP, dan SMA. 

Kartu Indonesia Pintar Kuliah juga telah disiapkan untuk mereka yang terdata sebagai penerima KIP dan ingin melanjutkan pendidikan hingga jadi sarjana. Pemerintah juga terus merekatkan vokasi dengan dunia kerja, agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara dunia pendidikan dan dunia kerja guna menyiapkan SDM yang sesuai kebutuhan industri dalam negeri. 

Membentuk manusia tangguh Indonesia, harus dari masa dalam kandungan hingga anak usia sekolah, sebuah periode emas pertumbuhan ke depan. Hindarkan dari stunting, kematian ibu dan anak. Ekosistem pendidikan yang menyehatkan fisik dan mental juga disiapkan. Begitupun sekolah vokasi. Orang-orang yang memiliki talenta juga perlu difasilitasi agar dapat terus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Penciptaan ekosistem lapangan kerja harus membuat kian berdaya saing, kreatif, inovatif, sehat, dan bahagia.

“SDM Indonesia harus disiapkan untuk mampu bersaing, cepat beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi informasi yang mendisrupsi segala bidang,” kata Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Digitalisasi di berbagai sektor kehidupan tidak akan terhindarkan. Pandemi Covid-19 yang melanda negeri seakan menegaskan dan semakin mempercepat pentingnya transformasi digital. Di sektor pendidikan misalnya. Pandemi Covid-19 seakan ingin memperlihatkan kepada kita semua seperti apa gambaran kegiatan belajar-mengajar di masa depan yang mengandalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Digitalisasi juga telah banyak diterapkan di ruang pemerintahan dan pelayanan publik. Sebagai bagian dari reformasi birokrasi, digitalisasi diharapkan dapat menjamin perbaikan pelayanan. 

Seiring dengan transformasi digital, kini segala urusan semakin mudah dengan ‘Dilan’ atau Digital Melayani. Dengan satu klik, Dilan memangkas jalur yang ruwet akibat prosedur berbelit dan maraknya praktik pungutan liar. 

Birokrasi digital bisa menjadi kunci tetap berjalannya pelayanan publik di tengah pandemi. Tidak lagi terbatas pada sistem kerja dari rumah atau fasilitas presensi virtual, tapi juga mampu menjangkau sektor pelayanan spesifik di setiap lembaga. Termasuk salah satu faktor yang membatasi penyebaran Covid-19 di kantor. Bisa berjalan di segala sektor, Dilan pada akhirnya menjadi alarm penanda Indonesia berproses menjadi negara maju seiring dengan upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin akan hadirnya transformasi digital di berbagai sektor kehidupan Indonesia. 

Kelestarian lingkungan hidup pun tidak pernah luput dari perhatian pemerintah, termasuk di satu tahun pertama pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Di periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo tetap berkomitmen untuk terus mengurangi emisi karbon. 

Pemerintah menetapkan lima sektor prioritas untuk mewujudkan komitmen Indonesia mengurangi emisi karbon sesuai Paris Agreement 2015. Lima sektor itu adalah kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri dan limbah, serta adaptasi dampak perubahan iklim. 

Kini, sudah lebih dari 3,47 juta hektar lahan gambut dipulihkan. Tutupan lahan di daerah tangkapan air sepanjang DAS Citarum meningkat menjadi 77,3 ribu hektar. 

Pada tahun ini, Indonesia bahkan mendapatkan komitmen dari dunia internasional sebesar US$12,01 juta dari Green Climate Fund dan US$56 juta dari Pemerintah Norwegia dalam upaya terus meningkatkan perbaikan kelestarian lingkungan di Indonesia. 

Ini menunjukkan bagaimana pemerintah peduli dengan isu yang dekat dengan hati milenial dan generasi Z saat ini, yaitu kelestarian lingkungan hidup.

Pandemi tak membuat negara berhenti untuk hadir di segenap pelosok Tanah Air. Pemerintah memastikan pembangunan harus berjalan di segala sektor hingga terwujudnya keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Masih ada banyak daerah tertinggal di seluruh Tanah Air yang perlu segera dibangun agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah. 

Bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga pembangunan mental. Pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan terus memastikan pembangunan merata di semua wilayah Indonesia demi terwujudnya Indonesia sentris. 

Semoga pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dapat selalu menjaga amanah seluruh rakyat Indonesia, juga di saat yang sama ikut memajukan anak-anak muda Indonesia menjadi generasi emas yang berhasil menjadikan Indonesia negara adidaya. 

Semoga situasi sulit karena pandemi Covid-19 segera berakhir, agar Indonesia kembali pulih dan bangkit. SDM Unggul, Indonesia Maju! Partai NasDem selalu siap dan hadir mendukung, bersama melakukan Gerakan Perubahan.(*)

,