Opini Detail

Politik Bersepeda dan Konsolidasi

Politik Bersepeda dan Konsolidasi

  • 31 Maret 2021
  • 110

Andika Sonda;  Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Alam DPW Partai NasDem Sulteng


ADA yang unik dari tema konsolidasi Partai NasDem se Indonesia. Selain bertukar gagasan memeras otak, keringat juga ikut terperas. 

Sepeda dan konsolidasi, dua hal yang digagas Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali. Dalam lawatannya konsolidasi ke sejumlah DPW, mulai dari Pulau Jawa hingga Sumatera, Ahmad Ali atau AA selalu menyempatkan satu agenda; bersepeda. 

Apa yang perlu dimaknai?


Politik Sepeda

Selain anjuran hidup sehat seperti yang sering tertulis dalam status Ahmad Ali, tentu ada pesan politik yang ingin disampaikan oleh putera terbaik Sulawesi Tengah tersebut melalui bersepeda. 

Seperti ide-ide politiknya selama ini yang di luar pakem arus utama, Ahmad Ali selalu menawarkan gagasan-gagasan segar. Bersepeda memang merupakan olah raga yang sedang diminati, terutama mengisi masa pandemi. 

Gaya hidup sehat yang ingin dibudayakan melalui bersepeda dirangkaikan dengan konsolidasi politik. Padahal sebagaimana pemahaman umum, agenda konsolidasi politik biasanya penuh dengan dinamika yang kaku. 

Dalam konsolidasi politik segala macam tetek bengek diadu di atas meja debat. Pikiran, rencana, dan apa yang hendak dicapai dibicarakan secara terperinci. 


Kebajikan Umum 

Bonum Commune, atau kebaikan umum, kata Aristoteles. Standar kebaikan umum merupakan inspirasi dalam mengajukan dan menemukan kebijakan praktis di kalangan politisi. 

Politik bersepeda yang terinspirasi dari lawatan konsolidasi politik Partai NasDem dapat dimaknai dalam lima kebajikan umum sebagai berikut: 

Pertama, bersepeda adalah analogi dari sebuah perjalanan partai politik. Konsolidasi partai seumpama naik sepeda. Kita tidak akan mahir dan mencapai tujuan tanpa terus mengayuh. 

Kedua, dengan bersepeda kita bisa melihat situasi alam sekitar. Mengurus partai politik, bukan saja memerlukan ide tetapi juga harus memahami realitas dengan cermat. 

Ketiga, bersepeda menjadi sebuah gaya hidup sehat. Tradisi politik yang baik harus dibangun dengan saling pengertian. Terpenuhinya hak dan tanggung jawab akan mewujudkan sebuah akselerasi partai yang sehat. 

Keempat, bersepeda adalah juga proses belajar yang terus menerus. Berpolitik, selain membutuhkan energi yang besar, juga memerlukan skill dan pengetahuan yang terus menerus perlu diasah. 

Kelima, bersepeda adalah olah raga lambang kesetaraan. Siapapun bisa ikut dalam kegiatan itu. Berpartai pun seperti itu. Kita harus terbuka mencapai apa yang disebut dengan kesetaraan kepakaran.

Demikianlah, lima kebaikan umum yang bisa dipetik dari politik bersepeda dan konsolidasi Partai NasDem. Kita berharap putaran konsolidasi Partai NasDem itu mampu membumikan kebaikan umum yang terus dikampanyekan Ahmad Ali sebagai Waketum Partai NasDem.*

,