Opini Detail

Militansi Kader NasDem dan Indonesia Raya

Militansi Kader NasDem dan Indonesia Raya

  • 09 Juni 2021
  • 237

Oleh Andreas Ambesa, Kader Partai NasDem.


GAGASAN Sri Sultan Hamengkubuwono X bagi masyarakat Yogyakarta untuk setiap pagi pukul 10.00 WIB menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di ruang publik, perkantoran, baik swasta maupun perusahaan negara, patut kita dukung. 

Di kala semangat nasionalisme dan kebangsaan menipis dan nyaris tenggelam di kalangan generasi milenial, termasuk semangat militansi para kader partai politik-- di antaranya juga kader Partai NasDem--, gerakan Indonesia Raya patut disemati dalam hati yang paling dalam. Sudah siapkah semangat Indonesia Raya ini dipraktekkan setiap hari di setiap awal kita memulai kegiatan.

Bagaimana gemuruhnya Nusantara ini, jika seluruh kader NasDem mengumandangkan lagu Indonesia Raya mulai dari kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Dengan diawali semangat Indonesia Raya ini, saya yakin militansi di Partai NasDem akan bergerak naik. Kecintaan terhadap negara dan partai akan terpatri kuat dalam jiwa setiap kader NasDem di pelosok Tanah Air.

Mari kita lihat sejarah heroik keluarga keraton Yogyakarta yang berandil besar dalam menghadapi penjajah Belanda sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Dengan semangat militansi yang tinggi mereka berhasil mengusir penjajah Belanda hingga kesetiaan Yogyakarta yang pertama menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui maklumat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII, tertanggal 5 September 1945.

Peran Sri Sultan HB IX bukan itu saja. Seusai Proklamasi di kala kas negara kosong, HB IX menyumbangkan kekayaannya sekitar 6 juta gulden. Untuk apa? Dana itu untuk membiayai pemerintahan, para pemimpin dan para pegawai pemerintah lainnya. Selain itu sikap yang ditunjukkan HB IX bahwa Keraton Yogyakarta yang independen dan istimewa kerap membuat Belanda salah tingkah. Beberapa kali Belanda mengajak kerja sama, tetapi Sultan HB IX selalu menampikkan ajakan tersebut. Artinya militansi dan wibawa HB IX dalam kesetiaannya terhadap NKRI amat disegani Belanda. 

Bukan itu saja. Sultan HB IX selalu memberikan Keraton Yogyakarta sebagai tempat perlindungan bagi kesatuan-kesatuan TNI dalam perjuangannya melawan Belanda. Jiwa raga Sultan sepenuhnya untuk Republik Indonesia. Sultan HB IX memiliki semangat militansi yang tinggi bagi NKRI. Semangat ini yang harus diserap dan dicontoh para kader Partai NasDem di seluruh Indonesia mulai tingkat paling tinggi (DPP) hingga di tingkat terendah (DPRt).

NasDem adalah partai terdepan dan trendsetter, karena Partai NasDem pertama kali yang gagah berani menggaungkan Gerakan Perubahan di kala partai lain masih malu-malu bahkan tidak memiliki nyali untuk melakukan perubahan di negeri ini menuju bangsa yang mandiri dan bermartabat.

Menuju Indonesia Maju 2045, dengan semangat restorasi dan militansi yang kuat dari para kader NasDem di seluruh Nusantara, kemenangan dan menjadi partai terdepan sudah ada di depan mata. Jangan ragu lagi, harus mulai dari sekarang.

Untuk itu jangan pernah berhenti dan harus selalu tegak lurus sebagai panji terdepan menjaga ke-binekaan Indonesia dan terus meningkatkan militansi bagi Partai NasDem dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

,