News Detail

NasDem Minta Anies Selektif Pilih Direksi BUMD

NasDem Minta Anies Selektif Pilih Direksi BUMD

  • 09 Maret 2021
  • 30
  • NasDem Jakarta
  • Ahmad Lukman Jupiter

JAKARTA (9 Maret): Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Lukman Jupiter meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar lebih selektif memilih direksi BUMD.

Jupiter menyarankan agar ke depan Anies bisa melibatkan DPRD DKI Jakarta dalam menentukan pemimpin BUMD. Ia mengusulkan dilakukan fit and proper test bagi calon pemimpin BUMD untuk memilih calon-calon terbaik.

‘’Ke depannya Anies harus mendapatkan orang yang punya dedikasi, orang yang memiliki integritas yang memang tujuannya untuk kepentingan warga DKI. Bukan untuk kepentingan diri atau kelompok,’’ kata Jupiter di Jakarta, Senin (8/3).

Legislator NasDem DKI tersebut mengemukakan itu menanggapi pencopotan Dirut PD Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan karena diduga terlibat kasus korupsi pengadaan tanah untuk proyek perumahan dengan DP nol rupiah. Kasus tersebut sedang ditangani KPK. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membenarkan status tersangka Yoory.

Menurut Jupiter, uang yang dikelola BUMD di Jakarta ini bukanlah bernilai kecil Rp1 juta, Rp10 juta, tetapi mencapai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah.

Dirut PD Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan sejak Jumat (5/3) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan rumah DP nol rupiah di Cipayung, Jakarta Timur tahun 2019.

"Jadi proses pembelian tanah yang diduga ada mark up. Mark up nya itu mungkin terindikasi ada kerugian negara. Pada saat rapat di Banggar DPRD DKI yang saya tahu harga tanahnya Rp5,2 juta per meter," kata Jupiter.

Bendahara Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta itu menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta mengamanahkan pembangunan rumah DP nol rupiah kepada PD Sarana Jaya. Khusus di Cipayung, luas pengadaan lahannya mencapai 4,1 hektare. Tanah itu dibanderol dengan harga Rp5,2 juta per meter.

Jupiter juga mengatakan, sejak tahun 2018, pembangunan rumah DP nol rupiah itu dilakukan di sejumlah wilayah lainnya. Misalnya di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

"Di Bandar Kemayoran di Jakarta Utara juga ada, kemudian di Cengkareng, Jakbar. Kemudian juga ada di Pondok Kelapa, (pembangunannya) sudah mencapai 57 persen," kata Jupiter lagi. (RO/*)