News Detail

Penanggulangan Bencana Harus Masuk RPJMD Sigi

Penanggulangan Bencana Harus Masuk RPJMD Sigi

  • 30 Maret 2021
  • 31
  • NasDem Sulteng
  • Atha Mahmud

PALU (30 Maret): Pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana harus menjadi prioritas dalam penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), tahun 2021 - 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW Partai NasDem Sulteng, Atha Mahmud menanggapi persiapan penyusunan RPJMD oleh Pemerintah Kabupaten Sigi. 

"Penyusunan RPJMD sebaiknya memperhatikan kebencanaan untuk masa depan," kata Atha Mahmud, di Palu, Sulteng, Senin (29/3).  

Pernyataan Atha Mahmud itu karena seringnya Kabupaten Sigi dilanda bencana alam banjir bandang dan longsor.

Ia mengatakan peristiwa banjir bandang di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi Raya; Desa Bangga, Poi Kecamatan Dolo Selatan, di Tuva Kecamatan Gumbasa dan Desa Beka, Kecamatan Marawola, harus menjadi catatan penting bagi Pemkab Sigi untuk memprioritaskan pengurangan risiko bencana.

Atha menambahkan Pemkab Sigi perlu bersinergi dengan desa dalam upaya pengurangan risiko bencana.

"Oleh karena itu, perlu memperhatikan kemampuan desa dalam membangun mitigasi bencana," kata Atha.

Menurut dia, salah satu fakfor penyebab terjadinya banjir karena kerusakan daerah aliran sungai di Kabupaten Sigi.

"Hampir semua sungai menjadi sumber penyebab banjir, terutama pascabencana gempa, kini rusak parah," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu strategi khusus menangani masalah itu di masa depan, melalui kajian yang tepat dan penentuan mitigasi sesuai konteks masyarakat setempat.

Pemkab Sigi, tambah Atha, perlu memberikan perhatian serius kepada warga yang bermukim di sekitar alur sungai.

"Hal itu diperlukan strategi pemulihan yang bukan sekadar menempatkan mereka sebagai pengungsi sementara, melainkan juga perlu ada strategi masa depan yang memastikan mereka tidak mengalami bencana yang serupa," ujarnya.

Prinsipnya, tambah Atha, Sigi perlu RPJMD afirmasi tanggap bencana. Strategi yang dibutuhkan harus bisa bersinergi dengan semua stakeholder, membangun kesadaran bencana, dan program pembangunan ekonomi harus bisa selaras dengan lingkungan yang berkelanjutan.(RO/Hamdin/*)