News Detail

Birgaldo Sinaga Berpulang

Birgaldo Sinaga Berpulang

  • 15 Mei 2021
  • 66
  • DPP NasDem
  • Martin Manurung

PEKANBARU (15 Mei): Keluarga Besar Partai NasDem kehilangan kader militan. Birgaldo Sinaga, penggiat media sosial yang juga Caleg NasDem DKI Jakarta, meninggal dunia pagi ini, Sabtu (15/5) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Awal Bros Batam, Kepulauan Riau.

Birgaldo meninggal karena Covid-19 yang menyerangnya sejak lebih dari satu minggu yang lalu. Kakak Bir, begitu dia akrab disapa, meninggal pada usia 46 tahun. Dia meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak.  

"I love you so much mami dan anakku Kathrine. Maafkan kalo papi selalu buat salah ya. Meninggalkan kalian selalu," tulis Birgaldo di akun media sosialnya yang juga menjadi unggahan terakhirnya.

Ketua Bidang Hubungan International DPP Partai NasDem, Martin Manurung, mengungkapkan duka cita mendalamnya atas kepergian Birgaldo.

"Saya seakan tidak percaya, tapi kabar yang saya baca berasal dari akun seorang tim militan saat kau menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Partai NasDem DKI Jakarta dulu. Tentu tidak mungkin memberitakan kabar hoax tentang dirimu," ungkap Martin dalam akun sosial medianya, Sabtu (15/5).

Martin yang awalnya mengenal Birgaldo lewat tulisan-tulisannya, terkesima akan kepiawaian Bir dalam menyusun kata. Gayung bersambut. Martin akhirnya tahu Birgaldo adalah caleg NasDem dari DKI Jakarta. 

"Kehendak Tuhan memang tidak bisa ditawar-tawar, walaupun kita semua sebenarnya masih membutuhkan karya-karyanya," tulis Martin lagi.

Pada struktur DPP Partai NasDem, Birgaldo adalah anggota Bidang Hubungan International. Martin Manurung yang adalah Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem mencatat tiga gal tentang Birgaldo.    

"Tiga hal yang saya catat dari kepribadian Birlgaldo yakni kejujuran, keberanian dan kegigihan. Selamat jalan Kakak Birgaldo Sinaga. Hidupmu dan kepergianmu saat ini adalah kesaksian bagi kita semua. Seperti dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma: “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Roma 14:8)," pungkas Martin.(RO/*)