News Detail

Tidak Ada Ruang bagi Koruptor di NasDem

Tidak Ada Ruang bagi Koruptor di NasDem

  • 09 September 2021
  • 71
  • DDP NasDem

JAKARTA (9 September) : DPP Partai NasDem bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan Seminar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema NasDem Muda Bebas Korupsi di Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/9).

Seminar Bimtek itu dihadiri peserta dengan jumlah terbatas secara langsung, serta diikuti ratusan kader muda NasDem dari seluruh Indonesia lewat daring.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai NasDem, Taufik Basari, Wasekjen Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi, DPP Partai NasDem, Dedy Ramanta, Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial DPP Partai NasDem, Lathifa Al Anshori, Plt Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK, Wawan Wardiana, serta Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Kampanye KPK, Dian Rachmawati.

Dalam sambutan, Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Mayjen TNI (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, mengatakan kepada kader muda Partai NasDem untuk menyerap isi dari seminar tersebut, karena pembahasan antikorupsi sangat penting untuk generasi muda.

“Kepada seluruh kader muda Partai NasDem, saat ini kita tidak hanya berperang melawan Covid-19, namun juga berperang melawan korupsi di negeri ini," kata Manila.

Manila juga berpesan kepada seluruh kader muda Partai NasDem agar mempunyai jiwa antikorupsi dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri.

Sedangkan Lathifa Al Anshori menjelaskan tentang pentingnya menjadi kader partai yang antikorupsi.

“Kita selalu berharap Partai NasDem menjadi pertai yang bersih, partai yang bisa membawa negara kita ke arah perubahan menjadi Indonesia yang lebih baik. Kita anak muda di NasDem adalah generasi yang mau belajar berbagi dan berbuat untuk restorasi Indonesia,” ujar Lathifa.

Sedangkan Taufik Basari merujuk pada pesan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan NasDem mempunyai sistem yang menjadi dasar pencalonan baik kepala daerah maupun anggota DPR yaitu politik tanpa mahar.

“Tidak ada mahar di Partai NasDem. Ketika ada calon kepala daerah atau calon anggota dewan datang ke partai, dipastikan yang bisa maju adalah yang punya integritas, dan itu semua tanpa mahar," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menambahkan, tidak ada ruang bagi koruptor di Partai NasDem. Ada pakta integritas yang harus ditandatangani seluruh kader Partai NasDem.

"Jika ada korupsi dari kader NasDem, pilihannya hanya dua, berhenti atau diberhentikan,” ujarnya.

Legislator NasDem itu menambahkan generasi muda punya peran penting dalam pencegahan korupsi, karenanya kesadaran akan bahaya korupsi harus ditanamkan sejak dini.

Dedy Ramanta menjelaskan mengenai pembangunan sistem antikorupsi di internal Partai NasDem.

“Pada tahun 2019 Partai NasDem punya Pakta Integritas sebagai bagian dari nilai nilai kepartaian, di antaranya tentang sikap antikorupsi dan suap.Ini jadi pedoman kita dalam menjalankan baik tugas partai maupun tugas negara,” ujarnya.

Dedy menambahan seluruh kader telah menandatangani pakta integritas yang di dalamnya terdapat pasal jika kader tersangkut korupsi diwajibkan mundur dari jabatan.

Sedangkan Wawan Wardiana memaparkan tentang dampak korupsi yang dahsyat walaupun dilakukan satu orang.

“IPK (Indeks Persepsi Korupsi) Indonesia ada di angka 37. Artinya persepsi korupsi di Indonesia masih tinggi. Ini membuktikan bahwa kesadaran dan masyarakat/warga negara terhadap perilaku korupsi masih rendah," terang dia.

Dia menambahkan kegiatan seminar seperti ini harus sering diadakan supaya anak muda di partai politik bisa paham tentang politik yang cerdas dan berintegritas.

"Pendidikan antikorupsi akan diberikan sejak dini sejak PAUD sampai usia tua. Ini merupakan bentuk antisipasi dan pencegahan sejak dini," jelasnya.

Sedangkan Dian Rachmawati mengatakan KPK sedang mendekati generasi muda dengan menggunakan media digital untuk kampanye antikorupsi.

“KPK fokus dalam kampanye atau sosialisasi antikorupsi menggunakan media digital terutama medsos.Hal ini karena tingkat efektivitas cukup tinggi dan bisa menjangkau banyak anak muda," ujar Dian.(HH/*)