DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Betul Virus Zika

0

Jakarta – Virus Zika yang sedang menjadi perhatian dunia mendapat perhatian serius dari Anggota DPR dari Fraksi NasDem Amelia Anggraini. Amel, begitu ia akrab disapa, mewanti-wanti betul pemerintah untuk mengantisipasi bahaya virus tersebut agar tidak sampai masuk ke Indonesia.

Virus yang penularannya melalui nyamuk Aedes Agepty ini, kasusnya memang belum ditemukan secara resmi. Namun demikian, pemerintah tetap harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Sebab menurut beberapa laporan, fakta keberadaan virus ini di tanah air, sudah ditemukan.

“Pada tahun 1981, ternyata ada laporan, peneliti dari Australia terjangkit Virus Zika setelah bepergian dari Indonesia. Yang terbaru 2013, juga dilaporkan warga Australia terinfeksi Virus Zika setelah melakukan perjalanan beberapa hari di Jakarta. Ini menurut saya, warning saja buat pemerintah,”

Virus Zika adalah virus menyerang perkembangan otak janin. Saat seorang ibu hamil terjangkit virus ini, ia akan mengganggu perkembangan otak bayi yang dikandungnya sehingga volume otaknya menyusut (mikrosefali). Inilah yang membuat ribuan bayi di Brasil lahir dengan ukuran otak yang lebih kecil dari ukuran bayi normal.

Amel menambahkan, bulan Januari adalah waktu untuk bersiaga terhadap penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Di bulan ini, kasus demam berdarah banyak ditemukan di pasien-pasien rumah sakit. Nyamuk ini berpotensi menularkan tiga penyakit sekaligus, yakni demam berdarah dengue, Cikungunya, dan yang terbaru adalah penyusutan volume otak pada janin.

Dalam catatan Kementerian Kesehatan, penderita DBD tahun 2014 mencapai 71.668 kasus, di mana 641 di antaranya meninggal dunia. Angka tersebut menurun dari tahun sebelumnya dengan jumlah 112.511 penderita, sebanyak 871 meninggal dunia.

“Jangan sampai sudah berjatuhan korban, baru mulai heboh lagi. Sudah harus ada penjelasan yang informatif kepada masyarakat apa itu Virus Zika itu dan apa yang harus betul-betul diperhatikan oleh masyarakat gejala-gejalanya,” tutur Amel.

Amel juga mengajak masyarakat untuk siaga. Seluruh elemen masyarkat bisa bergotong royong membersihkan lingkungan dari segala genangan air tempat nyamuk berkembang biak. Langkah ini bisa menjadi tindakan antisipatif yang gampang dan murah.

Sedangkan untuk pemerintah, Amel mengimbau program-program andalan, seperti pengasapan (fogging). Program ini bukan hanya di wilayah langganan pandemik namun juga di seluruh wilayah secara berkala. Apalagi Kementerian Kesehatan sudah dilengkapi dengan dana pencegahan.

“Anggaran preventif yang ada harus dimaksimalkan penggunaannya,” pungkas Amel

Leave a Reply

%d bloggers like this: