Generasi ‘Y’ Menjadi Rebutan Partai Politik

0

JAKARTA (12 Oktober): Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem DKI Jakarta kembali menggelar Diskusi Publik bertajuk ‘Politik Generasi Y dan Kelas Menengah Urban’ dengan pembawa materi dari Peneliti LIPI, Wasisto Raharjo Jati.

Gelaran yang merupakan agenda Sekolah Partai NasDem DKI Jakarta ini dilangsungkan hari Rabu (12/10) pukul 19.00 WIB di Ruang Auditorium DPP Partai NasDem, Jalan RP. Soeroso 44-46 Gondangdia Lama Jakarta Pusat.  Acara yang dihadiri lebih dari 70 peserta ini datang dari para pengurus Partai NasDem DKI Jakarta dan masyarakat umum.

wibi-andri

“Generasi ‘Y’ tentu saja sangat menarik untuk didiskusikan dan perbincangkan.  Bukan hanya karena jumlahnya sangat besar, tetapi generasi ‘Y’ ini mempunyai potensi kreatif yang sangat luar biasa dalam perpolitikan Indonesia saat ini,” ungkap Wibi Andrino, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta.

Lebih jauh Wibi yang juga termasuk dalam Generasi ‘Y’ini memberi ilustrasi yang cukup jelas.

“Sekarang kita saksikan di sekitar kita, ada Teman Ahok, ada Muda Mudi NasDem, dan yang lebih mengejutkan adanya Partai PSI yang didirikan oleh anak anak muda. Ini jelas menarik untuk didiskusikan dan diketahui kader-kader NasDem yang muda-muda,” papar Wibi.

Menyikapi hal tersebut, Sekolah Partai NasDem merasa perlu mengungkap ada apa gerangan dengan Generasi ‘Y’ ini.

sekolah-partai1

“Sebagai partai politik, NasDem juga harus dinamis menyikapi hal-hal yang terjadi di sekitar kita, termasuk adanya Generasi ‘Y’ ini,” terang Wibi lagi.

Sementara itu, Wasisto menjelaskan, adanya Generasi ‘Y’ adalah generasi yang lahir antara tahun 1978-1994 dan tahun 1982–1994.

“Generasi ‘Y’ ini biasa disebut juga generasi millenials yang tidak ingin diberi lable, generasi sosmed, netizen, atau juga generasi yang lebih sejahtera, berpendidikan lebih baik dan memiliki rasionalitas tinggi,” papar Wasisto.

Menyikapi hal tersebut, partai-partai politik harus bekerja keras untuk merangkul Generasi ‘Y’ ini, mengingat mereka adalah potential suara jika dikaitkan dengan perebutan suara baik untuk Pemilihan Kepala Daerah maupun Pemilihan anggota Legislatif.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: