Ahmad Ali: Hukum Harus Hidup sebagai Nyawa dan Jiwa Bernegara
JAKARTA (18 Oktober): Seluruh aparatus negara diharapkan mendukung Gerakan Reformasi Hukum yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebagai bagian nafas berjalannya konsepsi Nawa Cita. Reformasi hukum adalah sesuatu yang mutlak untuk mencapai suatu penegakan hukum yang demokratis dan menunjung tinggi hak-hak rakyat serta Undang-Undang Dasar.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Ahmad M.Ali, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10).
Ahmad Ali juga menambahkan, rujukan tertinggi dari reformasi hukum berlandaskan pada semangat memberikan jaminan hukum yang adil bagi rakyat Indonesia, dan kebebasan dari kesewenang-wenangan hukum.
“Reformasi hukum yang digalakkan Pak Jokowi adalah suatu restorasi tanpa henti untuk mencapai Indonesia yang lebih maju di dalam penegakan hukum,” ujar Ahmad Ali.
Bagi Legislator Sulawesi Tengah ini, kunci dari pada reformasi hukum adalah keteladanan dari seluruh aparatur penyelenggara negara di semua level pengurusan publik.
“Sikap rakyat atas reformasi hukum adalah melihat contoh penerapan hukum atau pelaksanaan lapangannya. Itu sangat realistis,” urainya.
Lebih lanjut Ali menyampaikan, keteladanan dalam hukum berarti pula sejalannya antara hukum tertulis dengan praktik hukum sehari-hari.
“Hukum bukan terdiri dari huruf mati pada kertas yang bisu. Tetapi hukum harus hidup sebagai nyawa dan jiwa bernegara,” terangnya.
Maka dari itu kata Ali, reformasi yang digalakkan Presiden Joko Widodo, harus dihadirkan sebagai karakter baru semua institusi negara.
“Poin dari reformasi hukum harus diterjemahkan sebagai suatu edukasi publik dan penyehatan birokrasi pemerintahan,” pungkasnya.(*)