Fauzan Khalid Dukung Pengembangan Santri Penghafal Al-Qur’an di NTB
GERUNG (10 Maret): Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Fauzan Khalid, mengunjungi Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Furqon di Desa Narmada, Lombok Barat, NTB saat masa reses, Minggu (8/3/2026). Kedatangannya disambut lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para santri.
Dalam kunjungan tersebut, Fauzan berkeliling meninjau bangunan pesantren dan asrama tempat para santri tinggal.
“Saya hadir di sini mengenang pesantren yang telah banyak menghasilkan para penghafal Al-Qur’an, pelantun ayat-ayat suci Al-Qur’an, qori’ dan qoriah,” kata Fauzan.
Fauzan diketahui memiliki peran dalam pengembangan pesantren tersebut. Saat menjabat sebagai Bupati Lombok Barat selama dua periode (2016–2024), ia memberikan dukungan kebijakan yang membantu pengembangan pesantren.
Melalui kebijakan tersebut, pesantren mendapatkan hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada 2017. Sebelumnya, sejak berdiri pada 1996, pesantren hanya menempati lahan yang terbatas.
Pendiri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Furqon, Tuan Guru Haji (TGH) M Faizin Ya’kub, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
“Kami berterima kasih sekali kepada Pak Haji Fauzan, karena kebijakannya saat menjabat Bupati Lombok Barat, kami semakin berkembang. Sekarang, saat duduk di DPR RI pun, kami tidak dilupakan. Kami tetap dibina dan rutin diberikan bantuan,” kata Tuan Guru Faizin.
Ia menjelaskan, pertemuannya dengan Fauzan Khalid bermula pada 2015 saat Fauzan berkunjung ke pesantren karena salah satu santri mewakili Kabupaten Lombok Barat dalam lomba MTQ tingkat Provinsi NTB hingga nasional.
Sejak saat itu, Fauzan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pesantren, termasuk membantu menghadirkan donatur untuk pembangunan sejumlah fasilitas.
“Beliau mendatangkan donatur membantu kami membangun masjid dan beberapa fasilitas pembelajaran. Alhamdulillah, santri jadi lebih nyaman dan lebih fokus mendalami ilmu Al-Qur’an,” ujar Tuan Guru Faizin.
Saat ini, pesantren tersebut telah berkembang dengan ratusan santri laki-laki dan perempuan yang tinggal di asrama terpisah. Pada awal berdiri, pesantren hanya membina sembilan santri dari lingkungan sekitar.
“Jumlah santri terus bertambah. Santri yang belajar menghafal Qur’an sekarang tidak saja dari Lombok, tetapi ada yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Bali, Sumbawa, dan daerah lainnya. Semakin banyak anak-anak yang berminat menghafal Qur’an,” katanya.
Tuan Guru Faizin juga menyampaikan bahwa kunjungan Fauzan menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin giat dalam muraja’ah serta menjaga hafalan Al-Qur’an. (Yudis/*)