Shadiq Pasadigoe Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan saat Cuaca Ekstrem

PADANG (17 April): Anggota DPR RI dari Dapil Sumatra Barat I, M Shadiq Pasadigoe, menyoroti meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di Sumbar akibat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

“Kondisi cuaca di Sumatra Barat yang cenderung hujan, berkabut, dan menyebabkan jalan licin harus menjadi perhatian serius. Faktor ini sangat mempengaruhi keselamatan berkendara, khususnya di jalur rawan seperti Malibo Anai,” kata Shadiq dalam pertemuan dengan para pensiunan Dinas Perhubungan Sumbar, di Padang, Jumat (18/4/2026).

Ia menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian semua pihak karena berpotensi meningkatkan angka kecelakaan, terutama di jalur rawan.

Pernyataan itu berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan perbatasan Malibo Anai, Kabupaten Padang Pariaman pada Jumat (17/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah kendaraan Toyota Innova yang melaju dari arah Pekanbaru menuju Padang dilaporkan masuk jurang.

Berdasarkan laporan di lapangan, Tim Pamapta I Polres Padang Pariaman bersama petugas piket lalu lintas segera menuju lokasi sekitar pukul 05.30 WIB untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta penanganan awal.

Dalam kejadian tersebut terdapat tujuh orang korban, dengan dua orang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di RS YARSI BPD Padang Panjang. Proses evakuasi dan pengamanan berlangsung dengan tertib, serta situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

Untuk menekan risiko kecelakaan, Shadiq mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama dalam kondisi cuaca buruk, dengan mengurangi kecepatan, menghindari perjalanan dini hari jika tidak mendesak, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, menggunakan lampu utama saat visibilitas rendah, serta meningkatkan kewaspadaan di jalur rawan.

Selain itu, ia juga mendorong sejumlah langkah kebijakan, di antaranya peningkatan rambu peringatan berbasis kondisi cuaca, penambahan penerangan jalan di titik rawan, pemasangan guardrail pada area berisiko tinggi, serta penyediaan sistem informasi cuaca dan peringatan dini.

Shadiq juga meminta kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU untuk melakukan audit keselamatan jalan berbasis kondisi cuaca di wilayah Sumbar. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sistem informasi dan mitigasi risiko cuaca ekstrem, sementara aparat terkait diminta meningkatkan pengawasan dan patroli di titik rawan kecelakaan.

“Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat, serta masyarakat untuk meminimalisir risiko kecelakaan di masa mendatang,” tutupnya. (Tim Media Shadiq/*)

Add Comment