Top, The Diplomatic Forum Lahirkan Tiga Kerjasama Kota Sukabumi dengan Tiga Negara

SUKABUMI (23 April): Langkah berani dan tidak biasa-biasa saja yang dilakukan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki membuahkan hasil menggembirakan. Itu terlihat gelaran The Diplomatic Forum yang melahirkan nota kesepahaman (MoU) Kota Sukabumi dengan tiga negara, yakni Armenia, Georgia, dan Rumania.

“Kerja sama tersebut akan dimulai dari tahap MoU sebelum masuk ke implementasi lebih rinci. Setelah itu kita tingkatkan menjadi perjanjian kerja sama. Kalau dalam kerja sama sudah ada item-itemnya,” terang Ayep yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi di Balai Kota Sukabumi, Rabu (22/4/2026).

Lebih jauh Ayep menuturkan, negara seperti Hungaria dan Georgia menunjukkan ketertarikan serius untuk menjalin hubungan Sister City.

Wali kota visioner itu juga mengatakan salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah di sektor pendidikan. Pemkot Sukabumi berencana mengirim tenaga pengajar ke luar negeri sebagai bagian dari kolaborasi.

Misalnya Georgia, mereka meminta untuk dipercepat karena item untuk perjanjian dengan Georgia itu hanya ada tiga tahapan. Kalau Indonesia punya sekitar tujuh sampai 11 tahapan.

“Tapi kita akan upayakan secepatnya supaya kita menjalin satu kerja sama sehingga Kota Sukabumi bisa memberangkatkan guru-guru, tenaga pengajar TK, SD, maupun SMP ke Georgia,” jelas Ayep.

Selain pendidikan, lanjut Ayep, kerja sama juga akan merambah sektor kesehatan dan ekonomi. Bahkan, Ayep memiliki visi besar untuk mendorong ekspor berbasis teknologi kesehatan.

“Termasuk obsesi saya untuk bisa ekspor stem cell dari Indonesia ke berbagai negara,” tukas Ayep.

Ayep menjelaskan, seluruh upaya diplomasi ini bertujuan mempercepat pembangunan Kota Sukabumi dengan dukungan dari negara-negara maju.

“Outcome kita, apa yang kita harapkan nanti adalah percepatan pembangunan di Kota Sukabumi sehingga kita tidak hanya didukung oleh internal Kota Sukabumi, tapi kita juga bisa berkomunikasi dengan negara-negara yang sudah maju,” jelas dia.

Ia juga menegaskan bahwa diplomasi modern tidak lagi terbatas pada hubungan antarnegara, melainkan dapat dilakukan langsung antarkota dengan cakupan kerja sama yang luas.

“Hubungan diplomatik bukan hanya politik, bukan hanya antarnegara, tapi bisa antarkota dari dua negara. Dan itu bukan hanya politik, melainkan bisa pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian, sosial budaya, dan lain sebagainya,” tandas Ayep.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga mengungkapkan, Diplomatic Forum bukan sekadar ajang seremonial karena Diplomatic Club merupakan wadah strategis bagi para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia, sekaligus perwakilan diplomatik RI untuk luar negeri.

“Alhamdulillah, Wali Kota Sukabumi sudah diangkat menjadi member Diplomatic Club. Artinya, secara otomatis kita punya jalur komunikasi langsung dengan seluruh anggota di Jakarta,” ungkap Ayep Zaki.

Tercatat 14 duta besar negara sahabat dan tiga duta besar Indonesia hadir memberikan atensi khusus bagi potensi Kota Sukabumi.

Ke 14 duta besar tersebut adalah Meksiko, Armenia, Hungaria, Georgia, Ceko, Zimbabwe, Denmark, Azerbaijan, Rumania, Kazakhstan, Laos, Ukraina, Thailand, dan Guatemala.

(*/WH/AS)

Add Comment