JAKARTA (20 Mei): Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, menyoroti target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan realisasi belanja modal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia mempertanyakan sumber-sumber penerimaan PNBP BMKG yang ditargetkan mencapai Rp110 miliar pada 2026. Mori menyebut hingga saat ini realisasi penerimaan baru mencapai sekitar Rp29 miliar.
“Sumber PNBP ini dari mana saja. Saya ingin tahu informasi cuaca untuk pelayaran berapa, informasi cuaca untuk pelabuhan berapa, meteorologi berapa, termasuk sertifikasi penerbangan,” kata Mori dalam RDP Komisi V DPR dengan Basarnas dan BMKG di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (19/05/2026).
Mori juga menyoroti potensi penerimaan dari layanan sertifikasi penerbangan yang dinilai memiliki nilai cukup besar. Menurutnya, rincian realisasi penerimaan dari sektor tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada DPR.
Selain PNBP, Mori turut menyoroti alokasi belanja modal BMKG yang mencapai Rp568 miliar. Ia secara khusus mempertanyakan program penguatan layanan iklim dan cuaca atau climate and weather service capacity strengthening yang disebut tersebar di 13 lokasi.
“Pertanyaan saya, ini di lokasi mana saja?Kemudian realisasi Rp 67 miliar ini apakah baru di beberapa lokasi atau sudah berjalan di seluruh 13 lokasi,” ujarnya.
Mori menjelaskan bahwa program tersebut bersumber dari skema pendanaan luar negeri atau loan/bond, sehingga memerlukan pengawasan yang lebih ketat dari DPR terkait implementasi dan progres pelaksanaannya.
Ia juga menilai sebagian besar pos belanja modal BMKG lainnya tidak terlalu besar dibandingkan program penguatan layanan iklim dan cuaca tersebut.
“Ini butuh penjelasan secara rinci supaya anggaran yang digunakan bisa efektif,” tutup legislator dari dapil NTB I itu. (*)
0 Komentar