BANDUNG (8 Juni): Indonesia menyimpan potensi minyak dan gas bumi yang belum sepenuhnya digarap. Dari 128 cekungan yang ada, hanya 20 yang telah dieksploitasi, 43 dalam tahap eksplorasi, dan 65 sama sekali belum dieksplorasi. Artinya, separuh kekayaan migas nasional masih belum diketahui potensinya.
βLima puluh persen cekungan kita belum ditentukan apakah dapat menghasilkan migas atau tidak,β kata Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, dalam Seminar Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) bertema ‘Transformation of the Oil and Gas Industry Amid the Energy Crisis: Opportunities, Challenges, and Youth Action’ pada Sabtu (6/6/2026).
Sugeng menegaskan bahwa untuk membuka potensi tersebut, intervensi kebijakan menjadi kunci guna menarik minat investor.
Tantangan terbesar justru datang dari dalam. Sugeng menyebut BUMN di sektor energi masih enggan melakukan eksplorasi secara masif karena tingginya risiko kegagalan pada tahap awal.
Yang memperparah, lanjut Sugeng, kegagalan eksplorasi selama ini kerap dikategorikan sebagai kerugian negara, padahal industri migas pada dasarnya adalah industri berbasis risiko yang membutuhkan investasi besar dan keandalan teknologi tinggi.
Seminar ini menekankan bahwa mahasiswa sebagai calon profesional energi perlu memahami keterkaitan antara industri migas, kebijakan publik, tata kelola, dan regulasi, bukan semata sisi teknis produksi. (*)
0 Komentar