BATANG (8 Juni): Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, mengaku telah menerima laporan terkait persoalan yang dihadapi sejumlah nasabah koperasi, termasuk para pedagang Pasar Batang yang mengaku kesulitan mencairkan dana simpanan mereka.
Kasus gagal bayar yang menimpa nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Mandiri Umat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini mendapat perhatian dari anggota DPR RI.
Yoyok mengatakan, kasus gagal bayar yang menimpa nasabah KSPPS Mandiri Umat tidak hanya ditemukan di Kabupaten Batang, tetapi juga terjadi di sejumlah daerah lain di daerah pemilihannya.
“Bukan Mandiri Umat saja, tapi ada yang di Pekalongan itu koperasi apa itu. BMT Mitra Umat dan beberapa yang sudah masuk ke kami. Saya ingin masuk sebetulnya. Saya ingin membantu sebisa mungkin,” kata Yoyok seusai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Batang, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, setiap laporan yang masuk perlu ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Saat disampaikan, sebagian korban merupakan pedagang pasar yang menabung sedikit demi sedikit untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri, Yoyok mengaku prihatin atas kondisi yang dialami para nasabah.
“Kalau memang itu sudah menyalahi hukum, saya harap aparat penegak hukum bertindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Yoyok juga meminta data awal terkait para korban maupun kronologi permasalahan yang terjadi agar dapat dipelajari lebih lanjut oleh timnya.
“Kalau begitu saya minta datanya nanti. Kita coba teliti lebih lanjut,” tukasnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang Pasar Batang mengeluhkan tidak dapat mencairkan dana simpanan yang mereka tempatkan di KSPPS Mandiri Umat. Dana tersebut sebagian merupakan tabungan yang disiapkan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri. (Harianto/*)
0 Komentar