JAKARTA (3 Juli): DPP Partai NasDem mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan melestarikan warisan arkeologi Indonesia. Melalui diskusi bertajuk Refleksi Peradaban Pra Sejarah: Lukisan Gua di Sulawesi, Partai NasDem menegaskan bahwa temuan lukisan gua di Sulawesi menjadi bukti penting kemajuan peradaban awal Nusantara yang perlu terus dijaga dan dipelajari.
Diskusi digelar di Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (2/7). Kegiatan dipandu Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang juga Wakil Ketua Mahkamah Partai NasDem Rudianto Lallo dengan pengantar dari Wasekjen DPP Partai NasDem Jakfar Sidik. Hadir sebagai narasumber Peneliti Gambar Cadas di Pusat Riset Arkeometri BRIN Dr. Adhi Agus Oktaviana dan Pemerhati Gambar Cadas Karina Arifin, Ph.D.
Rudianto Lallo mengatakan, diskusi tersebut membuka pemahaman bahwa jejak kehidupan manusia di Nusantara telah hadir jauh sebelum memasuki era sejarah.
“Ini diskusi menarik karena mengantar kita bahwa sebelum ada peradaban sejarah, ada prasejarah, dan itu sudah ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Maros Pangkep. Dan diperkirakan bukan hanya empat puluh ribu tahun tapi enam puluh ribu tahun yang lalu,” kata pria yang karib disapa Rudal itu.
Rudal menambahkan, diskusi semacam itu penting untuk memperkaya wawasan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan hasil penelitian arkeologi Indonesia.
“Diskusi seperti ini perlu untuk pengayaan, menambah ilmu pengetahuan kita karena narasumbernya kompeten, peneliti-peneliti Indonesia. Saya kira ini sangat bermanfaat bagi generasi yang akan datang sekaligus cara kita untuk kemudian melestarikan temuan-temuan arkeolog Indonesia, dan NasDem mengantar itu,” ujar Rudal.
Sementara itu, Pemerhati Gambar Cadas Karina Arifin menegaskan, gambar cadas merupakan bagian penting dari sejarah panjang peradaban manusia yang menyimpan berbagai informasi mengenai kehidupan masyarakat pada masa lampau.
“Ini penting sekali karena ini bagian dari sejarah panjang kita dan sejarah zaman-zaman awal yang sebenarnya banyak orang tidak menyadari bahwa manusia yang masih hidup sederhana ini sudah menghasilkan peninggalan-peninggalan gambar cadas. Gambar cadas itu bisa mengungkapkan cara hidup mereka, binatang-binatang yang ada di suatu wilayah, perubahan iklim, dan sebagainya,” ujarnya.
Karina berharap, semakin banyak masyarakat mengetahui lokasi-lokasi ditemukannya gambar cadas sehingga tumbuh kepedulian untuk menjaga warisan budaya tersebut.
“Pada dasarnya, kita ingin agar masyarakat tahu gambar cadas di mana saja ditemukan supaya mereka punya kepedulian terhadap gambar cadas dan bahwa ini merupakan peninggalan yang luar biasa untuk masyarakat yang masih hidup dalam taraf sederhana tapi mempunyai kemampuan artistik yang luar biasa. Jadi, mudah-mudahan, anak-anak muda zaman sekarang mau peduli gambar cadas termasuk konservasinya dan mengetahui perkembangan penelitian yang dilakukan,” tuturnya.
(WH/AS)
0 Komentar