Home / Berita / Berita Daerah
Berita Daerah

Keluarga Harus Jadi Benteng Pertama Lindungi Anak dari Judi Online

đź“… 12 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

INDRAMAYU (12 Agustus): Ancaman judi online bisa masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Fraksi Partai NasDem Sri Wahyuni Utami Herman (SWH) mengingatkan, keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari ancaman judi online.

Pesan itu disampaikan SWH dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan bertema “1 Keluarga, 1 Benteng Digital” di Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, baru-baru ini.

Menurut SWH, kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus risiko, termasuk semakin mudahnya akses terhadap judi online. Karena itu, orang tua harus aktif membangun kebiasaan digital yang sehat sejak dari rumah.

“Benteng pertama anak bukan pemerintah. Benteng pertama adalah keluarga,” ujar SWH.

SWH mendorong orang tua mengenali aplikasi yang digunakan anak, mengawasi transaksi digital, membangun komunikasi terbuka soal aktivitas internet, serta menanamkan pemahaman bahwa uang tidak diperoleh melalui jalan pintas.

Ia menegaskan, pencegahan judi online tidak cukup dengan larangan. Anak perlu memahami risikonya, sementara itu orang tua hadir sebagai pendamping dalam aktivitas digital.

“Literasi digital harus menjadi literasi keluarga. Kita tidak mungkin melarang masyarakat menggunakan teknologi. Tetapi kita wajib memastikan teknologi tidak merampas masa depan keluarga kita,” katanya.

SWH juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga ada anggota keluarga menjadi korban. Pencegahan harus dimulai sejak dini melalui keluarga yang terbuka, sadar, dan bijak menggunakan teknologi.

“Jangan tunggu anak kita menjadi korban. Jangan tunggu uang keluarga habis. Jangan tunggu rumah tangga rusak. Kita harus membangun bentengnya dari sekarang,” tegas SWH.

SWH berharap, kesadaran masyarakat terhadap perlindungan di ruang digital semakin kuat. Menurutnya, pencegahan judi online membutuhkan kolaborasi keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

(VC/WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *