NGADA (18 Agustus): Ketika sebagian warga terdampak gempa di Kabupaten Ngada, Flores, NTT masih bertahan di luar rumah dengan rasa takut dan keterbatasan, bantuan mulai menjangkau sejumlah titik pengungsian. Melalui gerakan NasDem Baku Peduli, Partai NasDem menyalurkan bantuan bahan pangan bagi warga terdampak gempa di tiga kecamatan.
Bantuan menyasar Kecamatan Golewa Barat, Golewa, dan Wolomeze. Penyaluran dilakukan pengurus DPW Partai NasDem Ngada, dipusatkan di Desa Rakalaba 1, Kecamatan Golewa Barat, sebelum diteruskan ke empat titik pengungsian.
Sebanyak 500 kilogram beras, 75 dus mi instan, dan 50 papan telur disalurkan kepada warga yang rumah mereka mengalami kerusakan berat hingga roboh. Di setiap titik pengungsian terdapat sekitar 10-12 keluarga, bahkan satu titik menampung hingga 16 keluarga.
Sebagian besar warga mengungsi secara mandiri di sekitar rumah mereka yang rusak. Ada yang tinggal di tenda darurat, sementara lainnya menumpang di rumah tetangga yang masih memungkinkan untuk ditempati.
Staf Ahli anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Don Copertino Nua, mengatakan penentuan tiga kecamatan tersebut dilakukan berdasarkan data warga terdampak yang pertama kali diterima tim.
“Kenapa tiga kecamatan ini, karena secara data ini yang pertama datanya masuk,” ujar Don.
Ia menegaskan, arahan Julie Laiskodat adalah memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak dan berada di lokasi pengungsian.
“Kita berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Di Desa Rakalaba 1, dampak gempa masih terasa dalam keseharian warga. Sekretaris Desa Rakalaba 1, Maria Ermenlinda Moi, mengatakan sedikitnya 13 rumah mengalami kerusakan parah. Puluhan warga kemudian meninggalkan rumah dan memilih bertahan di rumah kerabat, rumah tetangga, maupun tenda darurat.
Kondisi tersebut diperburuk oleh trauma pascagempa. Bahkan warga yang rumahnya hanya mengalami retak dan masih berdiri sebagian memilih tidak masuk ke dalam rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
“Beberapa masyarakat masih sangat trauma dan takut masuk ke dalam rumah sehingga memilih untuk tetap berada di luar rumah,” ujar Maria.
Bagi Julie Sutrisno Laiskodat, anggota DPR RI Fraksi NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I, situasi bencana menuntut kecepatan sekaligus kepekaan. Bantuan, menurut dia, harus hadir di tempat warga benar-benar membutuhkan.
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi perhatian utama. Kita harus bergerak cepat, bekerja bersama, dan memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit ini,” ujar Julie.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari gerakan NasDem Baku Peduli untuk merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Di tengah rumah-rumah yang rusak dan warga yang masih diliputi trauma, kedatangan bantuan membawa pesan sederhana: mereka tidak menghadapi masa sulit itu sendirian. (bronto/*)
0 Komentar