Home / Berita / Berita Daerah
Berita Daerah

NasDem Peduli Menjangkau Korban Gempa hingga Desa Terpencil di Ende-Nagekeo

đź“… 19 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

ENDE (19 Agustus): Di sejumlah wilayah Pulau Flores, kehidupan warga belum sepenuhnya pulih setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daerah itu pada 15 Agustus lalu. Sebagian warga masih bertahan di tenda pengungsian, sementara kebutuhan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar sangat dibutuhkan di tengah situasi darurat.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Ende melalui gerakan NasDem Peduli menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di sejumlah titik. Bantuan berupa paket sembako dan susu, termasuk untuk anak-anak, disalurkan langsung oleh relawan Sahabat JSL bersama fungsionaris DPD Partai NasDem Ende.

Bantuan tersebut merupakan kontribusi anggota DPR RI Fraksi NasDem daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I, Julie Sutrisno Laiskodat (JSL).

Penyaluran menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Desa Tendarea, Kecamatan Nangapanda; Desa Kamubheka; Desa Natanangge; Desa Kebirangga; Kelurahan Watuneso; Desa Hobatua; Desa Detupera; dan Desa Wolosambi.

Ketua DPD Partai NasDem Ende, Flavianus Waro atau Yanus Waro, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga melewati masa tanggap darurat.

“Hari ini kami mewakili Bunda Julie Sutrisno Laiskodat menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Selain itu, kami juga memberikan susu untuk anak-anak,” ujar Yanus Waro seusai penyerahan bantuan di Kampung Kombandaru, Desa Riaraja, Kecamatan Ende, Selasa (18/8/2026).

Menurut Yanus, bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang masih menghadapi keterbatasan setelah bencana.

“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, namun ini adalah bentuk kepedulian kami agar bisa sedikit membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” katanya.

Gerakan NasDem Peduli juga bergerak ke wilayah lain yang terdampak gempa. Di Aeramo, Kabupaten Nagekeo, bantuan disalurkan kepada warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. Bantuan tersebut berupa satu ton beras, 50 rak telur, dan 40 dos mi.

Kondisi di sejumlah lokasi memperlihatkan kebutuhan warga tidak berhenti pada makanan. Dalam situasi darurat, kebutuhan obat-obatan, air, tempat berlindung, serta dukungan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, juga menjadi perhatian.

Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, dalam situasi bencana, kepedulian perlu diwujudkan melalui tindakan yang cepat dan terukur. Kehadiran langsung di tengah warga diperlukan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat diketahui dengan lebih baik dan bantuan tidak berhenti pada laporan.

“Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi perhatian utama. Kita harus bergerak cepat, bekerja bersama, dan memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit ini,” ujar Julie.

Menurut Julie, penanganan bencana juga membutuhkan kerja bersama antara relawan, pemerintah daerah, BPBD, partai politik, dan masyarakat. Koordinasi serta data mengenai warga terdampak menjadi penting agar bantuan lanjutan dapat diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Di tengah rumah yang belum kembali ditempati dan warga yang masih bertahan di tenda, bantuan yang datang menjadi penguat untuk melewati hari-hari setelah gempa. Dari satu titik ke titik lain di Flores, kepedulian terus bergerak, menemani warga menata kembali kehidupan. (bronto/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *