JAKARTA (22 September): Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Syarief Abdullah Alkadrie mendorong penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Menurutnya, ancaman karhutla perlu diantisipasi sejak dini, terutama saat wilayah tersebut menghadapi kemarau panjang.
Syarief mengatakan, karhutla di Kalbar cenderung berulang ketika kemarau berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan langkah pencegahan dan penanganan yang lebih terencana agar tidak kembali menimbulkan korban.
“Kalbar itu kalau sudah terjadi kemarau panjang, pasti terjadi kebakaran. Ini tentu harus menjadi jalan keluar kita,” ujar Syarief dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan Eselon I Kementerian PU, Dirjen Bina Marga, dan Dirjen Sumber Daya Air di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Selain karhutla, Syarief menyoroti persoalan ketersediaan air di Kalbar. Ia menyebut intrusi air laut ke sumber air tawar dapat terjadi ketika kondisi kemarau berlangsung cukup lama.
Karena itu, ia mendorong peningkatan kapasitas infrastruktur air, termasuk pembangunan waduk baru maupun peningkatan kapasitas waduk yang telah tersedia.
“Sudah satu bulan, dua minggu saja air asin sudah masuk ke air tawar. Kapasitas yang kita miliki tentunya harus mendapat peningkatan, terhadap penambahan waduk atau memperbesar kapasitas yang ada,” ungkap dia.
Syarief berharap penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan infrastruktur air menjadi perhatian serius agar bencana yang sama tidak terus berulang di Kalimantan Barat.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, bukan hanya ketika dampaknya sudah dirasakan masyarakat.
“Kami mohon ini untuk menjadi perhatian karena ini sudah berkaitan dengan bencana,” pungkasnya. (safa/*)
0 Komentar