JAKARTA (30 September): Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Irma Suryani menerima audiensi sejumlah perwakilan DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas usulan peningkatan status RSUD Sulawesi Barat dari tipe C menjadi tipe B.
Irma mengatakan, usulan tersebut perlu ditindaklanjuti lantaran keterbatasan layanan di RSUD Sulawesi Barat membuat sejumlah pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Sulawesi Selatan. Jarak tempuh yang dapat mencapai 12 jam dinilai menjadi persoalan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Mereka datang untuk menyerahkan proposal agar bisa kami kawal sebagai wakil rakyat kepada Kementerian Kesehatan. Karena rumah sakit yang ada di Sulbar, rumah sakit RSUD yang ada saat ini adalah tipe C,” kata Irma.
Menurut dia, keterbatasan alat, obat, maupun tenaga dokter membuat sejumlah pasien belum dapat ditangani secara optimal di RSUD Sulawesi Barat sehingga harus mendapatkan rujukan ke Sulawesi Selatan.
“Jadi kalau ada pasien yang tidak mampu dilayani karena ketidakadaan alat dan obat, dokter juga, itu kemudian dirujuk ke Sulawesi Selatan, jaraknya bisa sampai 12 jam dari Sulawesi Barat. Tentu ini tidak efektif, merugikan pasien, merugikan masyarakat,” ujarnya.
Irma mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi komunikasi antara perwakilan Sulawesi Barat dengan dua direktur jenderal di Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti proposal peningkatan status rumah sakit tersebut.
“Dan tadi saya sudah memfasilitasi untuk bicara kepada dirjen Kementerian Kesehatan, dua dirjen Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti proposal ini,” jelasnya.
Irma menambahkan, Fraksi NasDem akan mengawal proses tersebut agar usulan peningkatan status RSUD Sulawesi Barat dapat ditindaklanjuti.
“Dan insyaallah kami dari Fraksi NasDem, saya Irma Suryani akan kawal ya proposal ini dan mudah-mudahan ada rezeki mereka untuk bisa rumah sakitnya dinaikkan menjadi tipe B,” tutur Irma.
Ia menilai peningkatan status rumah sakit diperlukan untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat Sulawesi Barat.
Menurutnya, kondisi pasien yang harus menempuh perjalanan hingga 12 jam untuk mendapatkan layanan rujukan menjadi persoalan yang perlu dicarikan solusi.
“Bisa sudah nggak berdaya dulu nih pasien yang dirujuk, bayangkan 12 jam baru sampai sana. Tentu ini menjadi masalah bagi kota atau provinsi Sulawesi Barat,” katanya.
Ia menyebut perwakilan DPRD dan pihak RSUD Sulawesi Barat datang ke Fraksi NasDem untuk meminta fasilitasi kepada Kementerian Kesehatan agar rumah sakit yang saat ini berstatus tipe C dapat ditingkatkan menjadi tipe B.
“Mereka datang ke Fraksi NasDem untuk minta bantuan difasilitasi ke Kementerian Kesehatan agar rumah sakit tipe C ini bisa naik ke tipe B,” pungkasnya. (gema/*)
0 Komentar