JAKARTA (3 Oktober): Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem mendorong para kader untuk semakin adaptif dan kreatif dalam memanfaatkan media sosial di tengah perkembangan komunikasi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Siar Anggretta Siagian, Wakil Gubernur ABN, dalam agenda pembekalan materi Sistem Integrasi Nasional Digital dan Media Partai NasDem di Akademi Bela Negara, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Siar mengatakan pembekalan mengenai media sosial penting diberikan kepada kader untuk mengikuti perkembangan zaman. Terlebih, generasi Z dan milenial menjadi kelompok besar dalam populasi masyarakat saat ini.
“Ya, pastinya ini untuk mengikuti zaman saat ini. Dan juga kita pahami populasi Gen Z dan milenial ini sudah 60%,” ujar Siar.
Menurutnya, materi yang disampaikan Ipang Wahid diharapkan dapat menggugah para kader untuk memahami pentingnya penggunaan media sosial. Kader juga perlu memahami bagaimana mengemas konten agar dapat diterima sekaligus menarik perhatian masyarakat.
“ABN berharap dengan memberikan materi sosial media ini yang pembicaranya Kak Ipang Wahid itu, menggugah para kader untuk mengerti sejauh mana pentingnya kita menggunakan media sosial dan juga bagaimana konten-konten media sosial itu bisa diterima oleh masyarakat dan masyarakat juga tertarik untuk menyukai konten-konten dari kader-kader ini,” katanya.
Siar mengingatkan kader agar tidak hanya menyampaikan kegiatan partai dengan pola dan kemasan yang sama. Kreativitas dalam penyajian konten dinilai penting agar masyarakat tetap tertarik melihat informasi yang disampaikan.
“Karena jangan sampai ketika kita monoton menyampaikan kegiatan-kegiatan partai saja dengan kemasan yang itu-itu saja itu jadi tidak tertarik masyarakat melihatnya,” ucapnya.
Pernyataan senada disampaikan Ade Sandrawati, Ketua DPW Garnita Sumut. Ia menilai materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut menarik karena memberikan perspektif baru dalam membuat konten media sosial.
Ade mengatakan selama ini kader umumnya membuat konten dengan pola yang standar, dengan tujuan utama agar masyarakat mengetahui kegiatan yang sedang dilakukan.
“Materi hari ini saya lihat cukup menarik sekali. Kami kan biasanya buat konten itu kan yang standar-standar aja gitu. Yang penting kita buat konten, masyarakat mengetahui apa yang sedang kita kerjakan hari ini,” kata Ade.
Menurut Ade, terdapat sejumlah pendekatan dalam membuat konten yang tidak monoton sehingga dapat membuat pengguna media sosial lebih tertarik untuk melihat maupun membaca konten yang disajikan.
“Ada beberapa konten yang nggak monoton gitu dibaca oleh pembaca media sosial. Itu bisa membuat orang jadi tertarik dengan konten kita. Jadi memang ini sangat bermanfaat sekali menurut kami,” pungkasnya. (gema/*)
0 Komentar