JAKARTA (7 Oktober): Gagasan Bung Hatta mengenai demokrasi, ekonomi kerakyatan, dan kehidupan berbangsa menjadi bagian penting dari perjalanan pemikiran Indonesia. Gagasan tersebut menjadi warisan intelektual yang terus relevan untuk dipelajari dalam melihat berbagai persoalan kebangsaan hari ini.
Pemikiran salah satu pendiri bangsa itu akan kembali dikaji melalui Sekolah Pemikiran Bung Hatta yang akan digelar DPP Partai NasDem pada 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian agenda kegiatan HUT ke-15 Partai NasDem.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi F. Taslim mengatakan, persiapan kegiatan telah dimatangkan melalui sejumlah rapat internal bersama Yayasan Bung Hatta dan LP3ES.
“Kita sudah fix akan menyelenggarakan Sekolah Pemikiran Bung Hatta Kelas Mandiri Khusus NasDem. Nanti yang ikut secara offline ada lima puluh pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten dari dua ratus pimpinan legislatif NasDem,” kata Taslim, Senin (6/10).
Peserta akan dipilih dari sekitar 200 pimpinan legislatif Partai NasDem yang berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari pimpinan DPRD provinsi, pimpinan atau wakil pimpinan DPRD kabupaten/kota, hingga ketua fraksi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Taslim mengatakan, sekolah pemikiran tersebut merupakan bagian dari agenda pendalaman pemikiran para pendiri bangsa. Bung Hatta menjadi salah satu tokoh yang dipelajari melalui karya-karya dan gagasan yang dituangkannya dalam berbagai buku.
“Kegiatan kita sebut sebagai kegiatan pendalaman pemikiran para pendiri bangsa. Bung Hatta itu bukunya lengkap,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan materi mengenai pemikiran Bung Hatta. Partai NasDem juga menyiapkan narasumber untuk menjelaskan gagasan Bung Hatta sebagai salah satu pendiri Republik.
“Nah, karena begitu banyaknya orang-orang yang meminati pemikiran Bung Hatta sebagai pendiri Republik, nanti akan ada narasumber yang akan menjelaskan isi buku pemikiran Bung Hatta,” kata Taslim.
Partai NasDem juga membuka kemungkinan melanjutkan sekolah pemikiran tersebut dalam beberapa angkatan. Jika waktu masih memungkinkan, Taslim mengatakan, kegiatan dapat dilanjutkan untuk angkatan kedua dan ketiga dalam rangkaian HUT ke-15. (FM/AS)
0 Komentar