JAKARTA (9 Oktober): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Ratih Megasari Singkarru, mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet setelah mengakhiri karier profesional.
Menurutnya, keberhasilan atlet mengharumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga perlu diiringi dengan jaminan kehidupan yang layak ketika mereka tidak lagi aktif bertanding.
“Jangan sampai kita begitu bangga ketika atlet berhasil meraih prestasi, tetapi kurang memperhatikan bagaimana kehidupan mereka setelah tidak lagi berada di arena pertandingan,” kata Ratih saat dihubungi, Jumat (9/10/2026).
Ratih menilai, masa aktif atlet profesional relatif singkat, sedangkan mereka masih harus memenuhi kebutuhan hidup selama bertahun-tahun setelah pensiun.
Penghasilan yang diperoleh selama masa kejayaan belum tentu cukup untuk menopang kehidupan jangka panjang, terlebih bagi atlet yang tidak memiliki kesempatan beralih ke profesi lain di bidang olahraga.
Oleh karena itu, Ratih mendorong pemerintah dan industri olahraga membangun sistem perlindungan yang dapat menjangkau atlet selama masa aktif hingga memasuki masa pensiun. Upaya tersebut antara lain melalui perlindungan terhadap risiko cedera, pendampingan perencanaan keuangan, serta program persiapan karier setelah tidak lagi bertanding.
“Pemerintah dan industri olahraga kita perlu saling bahu-membahu dalam membangun sistem yang dapat memberikan perlindungan kepada para atlet, baik selama mereka aktif berkarier maupun setelah pensiun,” ujarnya.
Ia juga menyoroti risiko cedera yang dapat berdampak panjang terhadap kondisi fisik dan kemampuan atlet untuk bekerja setelah mengakhiri kariernya.
Menurutnya, perlindungan terhadap risiko tersebut perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan atlet, sehingga mereka tidak menghadapi ketidakpastian ketika masa produktif di dunia olahraga berakhir.
Ratih menegaskan, pembangunan olahraga tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian medali dan prestasi di arena pertandingan. Aspek kesejahteraan atlet, termasuk keberlangsungan hidup setelah pensiun, perlu menjadi bagian penting dalam kebijakan pembinaan olahraga nasional.
“Sudah saatnya kesejahteraan atlet dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan olahraga kita, agar mereka tidak hanya memiliki kesempatan untuk berprestasi, tetapi juga kepastian untuk menjalani kehidupan yang layak setelah pensiun,” pungkasnya. (gema/*)
0 Komentar