Home / Berita / NasDem
NasDem

Semangat Praska, Siswa Asal Lampung Ikut Remaja Bernegara Setelah Delapan Kali Mencoba

📅 13 Okt 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (12 Oktober): Ketertarikan pada politik sejak duduk di bangku SMA, membuat Praska Dwi Saputra, siswa SMA Negeri 2 Pringsewu, Lampung, ingin mengikuti program Remaja Bernegara (RBN). Setelah tujuh kali belum mendapat kesempatan, pada percobaan kedelapan, ia akhirnya bisa menjadi peserta RBN.

Praska mengaku pertama kali mengetahui program RBN melalui Instagram. Ketertarikannya semakin besar karena ia memang senang mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan politik dan ingin mempelajari kehidupan bernegara secara lebih mendalam.

Ia juga mengetahui adanya kegiatan serupa di Provinsi Lampung. Ketika menemukan RBN yang menawarkan kesempatan belajar politik, ia tertarik untuk ikut serta.

Bagi Praska, kesempatan mengikuti RBN menjadi pengalaman yang telah lama dinantikannya.

“Kalau dari pengalaman aku sendiri, jujur, karena aku itu sudah tahu RBN dari dulu, jadinya aku sudah mencoba tujuh kali, tetapi aku enggak dapat kesempatan. Baru kali ini, yang kedelapan kali, Alhamdulillah, aku dikasih kesempatan untuk ikut RBN,” ujar Praska dengan antusias, Sabtu 10/10.

Selama mengikuti kegiatan RBN, ia tertarik dengan simulasi pengambilan keputusan dalam rapat paripurna. Menurutnya, proses tersebut memberikan pemahaman bahwa keputusan yang diambil dalam pemerintahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Apalagi keputusan tersebut berdampak langsung dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat luas.

“Kegiatan paling menarik adalah saat pengambilan keputusan karena itu tuh kayak menentukan kita untuk membuat kebijakan yang nantinya bakal diterapkan di kehidupan sehari-hari ataupun di masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menilai, pengambilan keputusan membutuhkan pemikiran yang solutif agar kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa menentukan suatu kebijakan perlu mempertimbangkan manfaat dan dampaknya bagi orang banyak.

“Jadi, menurut aku, kayak ternyata tuh mengambil keputusan itu tidak bisa sembarangan saja. Perlu adanya pemikiran yang solutif bagi masyarakat atau kehidupan sehari-hari buat kita,” ungkapnya. (FM/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *