GORONTALO UTARA (14 Oktober): Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dari Fraksi Partai NasDem Mikdad Yeser meminta pemerintah daerah mengambil langkah preventif menyusul memburuknya kualitas udara, terutama untuk melindungi anak-anak.
Ia mengusulkan pembelajaran daring bagi siswa SD dan SMP jika kondisi udara terus memburuk. Jika sekolah tatap muka tetap berlangsung, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan diminta berkolaborasi menyediakan masker bagi siswa.
βYang paling penting adalah langkah preventif. Jangan sampai kita baru bertindak setelah ada masyarakat, terutama anak-anak, yang mengalami gangguan kesehatan,β kata Mikdad, dalam keterangannya, Rabu (14/10).
Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara itu menegaskan, perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi prioritas hingga kualitas udara kembali membaik.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Gorontalo melaporkan kualitas udara Gorontalo Utara berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan per 11 Oktober 2026, indeks kualitas udara (AQI) tercatat 114, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 40,9 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari pedoman rata-rata harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 15 mikrogram per meter kubik.
Paparan PM2.5 dapat mengganggu kesehatan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Mikdad meminta pemerintah tidak menunggu munculnya kasus kesehatan untuk mengambil tindakan perlindungan. (WH/AS)
0 Komentar