JAKARTA (15 Oktober): Generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab. Oleh karenanya, pemuda harus menjadi pencipta inovasi digital.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Andina Thresia Narang dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bersama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital secara daring, dengan mengambil tajuk Kegiatan bertema “Muda, Cakap, dan Berdaya di Era Digital”, Senin (12/10/2026).
“Ruang digital kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern sehari-hari. Teknologi digunakan untuk mendukung pendidikan, pekerjaan, komunikasi, hingga penyampaian aspirasi publik,” papar Andina.
Berdasarkan data APJII 2025, penetrasi internet Indonesia mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta penduduk. Sementara itu, penetrasi internet wilayah Kalimantan tercatat mencapai angka sebesar 78,72 persen.
“Tingginya penggunaan internet memberikan peluang besar bagi pemuda mengembangkan potensi diri. Namun, peningkatan konektivitas perlu disertai pemerataan akses dan peningkatan kemampuan digital masyarakat,” urainya.
Legislator NasDem dari Dapil Kalimantan Tengah itu menyebutkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025 mencapai 44,53 dari skala maksimal 100. Capaian tersebut meningkat 1,19 poin dibandingkan tahun sebelumnya melalui penguatan empat pilar digital.
Dalam kesempatan tersebut, Andina juga menyampaikan tiga kemampuan utama yang harus dimiliki generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Kemampuan tersebut meliputi kecakapan digital, produktivitas digital, serta tanggung jawab dalam ruang digital.
“Kecakapan digital berarti mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, dan memeriksa kebenaran informasi. Pemuda juga harus memahami keamanan data pribadi serta dampak jejak digital,” jelasnya.
Produktivitas digital mendorong generasi muda menghasilkan karya, membangun usaha, dan membuka peluang ekonomi. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kompetensi serta peningkatan kreativitas.
Andina juga mengingatkan berbagai tantangan digital seperti hoaks, penipuan daring, dan perundungan siber. Masyarakat perlu meningkatkan literasi agar mampu menggunakan internet secara aman dan bijaksana.
“Ruang digital dapat memperkenalkan potensi daerah, UMKM, budaya lokal, serta kreativitas pemuda. Kemampuan digital memungkinkan masyarakat mengembangkan peluang tanpa harus meninggalkan daerah asal,” tukasnya.
Andina menegaskan pemanfaatan teknologi harus tetap berlandaskan nilai Pancasila dan keberagaman Indonesia.
“Generasi muda diharapkan menggunakan ruang digital untuk memperkuat persatuan bangsa,” pungkasnya. (*)
0 Komentar