Home / Berita / Berita
Berita

Dini Rahmania Soroti Minimnya Fasilitas Madrasah di Probolinggo

📅 19 Okt 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

PROBOLINGGO (19 Oktober): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dini Rahmania menilai terdapat ketimpangan dukungan terhadap pendidikan madrasah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Banyak madrasah di daerah itu yang minim fasilitas pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Dini saat menjadi nara sumber dalam program Ngopi (Ngobrol Pendididikan Islam), Sabtu (17/10/2026). 

Program Ngopi adalah forum kolaboratif yang mempertemukan unsur kebijakan (DPR RI/Kementerian Agama), akademisi (seperti FTIK UIN KHAS JEMBER), dan praktisi pendidikan (pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam) di wilayah Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam pertemuan bersama kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas dan bantuan pendidikan terdistribusi secara adil sesuai kebutuhan.

“Guru madrasah harus terus upgrade, memperbarui kompetensi dan metode pembelajaran, termasuk memanfaatkan kemajuan teknologi seperti AI,” tegas Dini. 

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo – Pasuruan) itu mengingatkan, tuntutan peningkatan kualitas guru harus diimbangi dukungan nyata. Madrasah dengan jumlah siswa besar tidak boleh terus tertinggal hanya karena keterbatasan sarana dan akses bantuan.

“Kami sering turun langsung ke madrasah-madrasah di Kabupaten Probolinggo. Kondisinya harus menjadi perhatian agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo itu meminta pemerintah memetakan kebutuhan madrasah berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar mengandalkan data administratif. Baginya, pemerataan fasilitas bukan sekadar urusan gedung dan sarana belajar. Ini menyangkut hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Guru dituntut terus berkembang, pemerintah pun harus memastikan dukungan tidak timpang. Sebab, mutu pendidikan tidak akan merata jika kesempatan belajar masih dibatasi oleh minimnya fasilitas,” pungkas Dini. (najib/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *