Julie Sutrisno Minta LPEI Tingkatkan Efektivitas Desa Devisa
JAKARTA (27 Februari): Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meningkatkan efektivitas program desa devisa dalam mendukung ekspor berbasis komunitas.
“Bagaimana LPEI meningkatkan efektivitas program desa devisa dalam mendukung ekspor berbasis komunitas?” tanya Julie saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR dengan Direktur Eksekutif LPEI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I (Kabupaten Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat) itu mengungkapkan, tercatat telah mencapai 1.845 desa devisa yang berfokus dengan beragam komoditas unggulan.
“Mencetak luar biasa, 1.845 desa devisa yang berfokus pada berbagai komoditas unggulan dan jumlahnya terus meningkat,” ungkap Julie.
Namun, dalam upaya menghadapi sejumlah tantangan, LPEI juga perlu memastikan penyesuaian akses pasar guna peningkatan kapasitas produksi.
“Tapi tantangan juga ada saya rasa, karena dalam akses pasar, peningkatan kapasitas produksi harus dipastikan, lalu keberlanjutan yang kadang-kadang menjadi kelemahan,” paparnya.
Untuk itu, perlu pemetaan yang komprehensif tentang desa devisa beserta sejumlah potensi komoditas unggulan untuk dijadikan bahan ekspor. Termasuk, memastikan desa devisa merambah ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki sumber daya komoditas unggulan yang dapat diekspor.
“Pemetaan tentang potensi-potensi menyebar di seluruh Indonesia. Saya belum tahu penyebaran desa devisa itu ada di mana saja di Indonesia, karena saya melihat Nusa Tenggara Timur yang merupakan dapil saya tidak ada di situ. Saya tidak tahu kenapa,” paparnya. (Safa/*)