Galang Dana untuk Pemerintahan Bersih dari Politik Uang

JAKARTA (2 November): Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan konsep penggalangan dana kampanye dapat menghindari praktik politik uang.

"Melalui sistem penggalangan dana ini masyarakat dapat memastikan sebuah pemerintah yang bersih dari politik uang," kata Ahok saat meresmikan program penggalangan dana kampanye rakyat untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 di Jakarta, Selasa (1/11).

Sementara itu, Wibi Andrino, salah satu tim pemenangan Ahok-Djarot menuturkan penggalangan dana kampanye merupakan pionir dan bentuk keterbukaan kepada masyarakat.

“Penggalangan dana kampanye pasangan Ahok-Djarot itu akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Oleh karena itu saya ingin mengajak masyarakat DKI Jakarta berpartisipasi dalam kampanye secara aktif dan sukarela,” tambah Wibi, yang juga Sekretaris DPW DKI Jakarta itu.

Gerakan penggalangan dana kampanye itu dinilai mendorong semangat keterbukaan dan melibatkan seluruh elemen yang ingin mendukung pasangan Ahok-Djarot dalam bentuk donasi atau sumbangan.

“Penggalangan dana kampanye terhadap masyarakat ini akan menjadi gagasan baru untuk kemajuan gaya kampanye di Indonesia,” terang Wibi.

Penggalangan dana kampanye Ahok-Djarot minimal Rp10.000 hingga Rp75 juta untuk perorangan mulai 1 November 2016, sedangkan bantuan badan hukum maksimal senilai Rp750 juta.

Donasi dari perorangan maupun badan hukum dapat ditransfer secara online ke "www.ahokdjarot.com" atau setor tunai melalui kantor cabang BCA di seluruh Indonesia.(*)

Add Comment