Peningkatan Literasi Kebencanaan Penting agar Masyarakat Lebih Siap

JAKARTA (29 Januari): Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, mendorong penguatan sistem peringatan dini hingga peningkatan literasi kebencanaan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang kian meningkat.

Ia menilai mitigasi bencana harus diperkuat melalui penyebaran informasi yang masif dan mudah diakses publik. Untuk itu, perlu ada amplifikasi informasi cuaca kepada masyarakat melalui berbagai kanal media. Praktik di negara maju dapat menjadi rujukan dalam membangun kesadaran publik terhadap risiko bencana.

“Saya rasa perlu memang dilakukan upaya-upaya lebih seperti SMS blast, WA blast bahkan kalau diperlukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk bagaimana caranya masyarakat ini mudah memperoleh informasi terkait perubahan cuaca atau early warning system. Bahkan kalau perlu bekerja sama juga dengan aplikasi-aplikasi populer,” kata Teguh dalam Rapat Kerja Komisi V dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Legislator Fraksi Partai NasDem itu menambahkan, integrasi informasi cuaca dengan layanan publik dinilai penting, terutama pada momentum pergerakan masyarakat seperti mudik.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil keputusan perjalanan secara lebih aman dan terukur. Selain itu kanal-kanal media sosial dinilai juga bisa menjadi saluran amplifikasi edukasi kebencanaan.

“Lalu kenapa tidak bekerjasama dengan influencer untuk meningkatkan awareness masyarakat. Saya juga pernah melihat beberapa konten youtube untuk anak kecil, bagaimana anak kecil sedini mungkin sudah diberikan edukasi antisipasi tanggap bencana,” lanjut Teguh.

Menurutnya, edukasi kebencanaan harus diberikan secara berjenjang dan disesuaikan dengan kelompok usia. Pengalaman negara-negara rawan bencana seperti Jepang dan China menunjukkan pentingnya pembelajaran kebencanaan yang interaktif sejak usia dini.

“Supaya masyarakat kita itu tingkat kewaspadaan, awareness-nya terhadap bencana ini bisa semakin meningkat lagi. Supaya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka masyarakat menjadi jauh lebih siap,” tutupnya.

Melalui penguatan edukasi, sistem peringatan dini serta kolaborasi lintas sektor, Komisi V DPR RI berharap upaya mitigasi bencana oleh BNPP/Basarnas tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian.

Di saat yang sama, peran BMKG juga diharapkan tidak berhenti pada fungsi prediksi cuaca semata, melainkan turut diperkuat dalam penyebaran informasi kebencanaan, peningkatan literasi publik serta pembangunan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. (dpr.go.id/*)

Add Comment