Transformasi Nusakambangan Sejalan dengan Semangat KUHP Baru

CILACAP (11 Februari): Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyambut baik transformasi Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sebagai pusat pembinaan narapidana yang produktif. Ia menyatakan itu setelah meninjau langsung berbagai fasilitas dan program pembinaan di lapas tersebut.

“Kami bersyukur diajak Pak Menteri, Pak Dirjen, dan jajaran untuk langsung, tak hanya melihat, tapi lebih tepatnya memeriksa di setiap sudut yang ada di Nusakambangan. Kami sangat terkesan,” kata Willy di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).

Willy menilai transformasi Nusakambangan sejalan dengan semangat KUHP baru yang memperkenalkan alternatif sanksi kerja sosial bagi pelaku tindak pidana ringan. Ia bahkan membuka peluang agar Nusakambangan menjadi lokasi pelaksanaan kerja sosial.

“Ini benar-benar Pak menteri punya tangan dingin. Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto) juga di satu sisi selain KUHP, kekuatannya adalah kerja sosial atau hukuman pidana sosial. Di sini tidak perlu kita berdiskursus tapi sudah langsung berpraktik,” ujar Willy.

“Kami tadi sempat berdiskusi di perjalanan sama Pak Menteri, mungkin juga untuk meningkatkan produktivitas kedaulatan pangan di sini, yang KS (kerja sosial) mungkin juga bisa kita rekomendasikan nanti untuk ditaruh di sini,” lanjutnya.

Willy menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan karena Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan Komisi XIII memiliki sejumlah catatan, terutama terkait transformasi pemasyarakatan pasca pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru, serta penerapan pembinaan yang selaras dengan Asta Cita Presiden.

“Bagaimana sesuai dengan Asta Cita presiden Prabowo yaitu yang pertama adalah memajukan demokrasi, hak asasi manusia dan Pancasila. Ini yang kemudian kami terus membangun kebijakan pengawasan yang senapas dengan Asta Cita,” lanjut Legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Willy bersama para Anggota Komisi XIII meninjau berbagai fasilitas pembinaan, mulai dari Sarana Asimilasi dan Edukasi, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga program ketahanan pangan.

Sejak awal menjabat, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mencanangkan transformasi Nusakambangan sebagai pulau kemandirian berbasis ketahanan pangan dan UMKM.

Berbagai program dikembangkan, antara lain produksi batako dan paving berbahan FABA, BLK pengolahan sampah dan pupuk, pelintingan rokok, konfeksi, budidaya anggrek, anggur, melon, pengolahan tepung dan beras Mocaf, serta peternakan dan perikanan.

Program tersebut dijadikan percontohan nasional agar narapidana memiliki keterampilan dan bekal produktif saat kembali ke masyarakat. (Yudis/*)

Add Comment