Rajiv Salurkan PIP untuk Anak-Anak Korban Longsor di Bandung Barat

NGAMPRAH (9 Maret): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyalurkan bantuan tunai pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) kepada anak-anak yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

Penyaluran bantuan tersebut disampaikan Rajiv saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama dengan para korban terdampak bencana longsor di kawasan Cisarua, Jumat (6/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Rajiv menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak korban bencana tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka.

“Anak-anak yang terdampak bencana, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA, akan kita masukkan ke dalam program PIP sampai sekolahnya tuntas. Apalagi jika ada anak yang menjadi yatim piatu, saya minta agar didata sehingga bisa mendapatkan program tersebut,” ujar Rajiv.

Anggota Komisi IV DPR RI itu juga meminta pemerintah desa setempat untuk segera melakukan pendataan terhadap anak-anak korban bencana longsor agar dapat memperoleh bantuan pendidikan melalui PIP maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurutnya, perhatian khusus harus diberikan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat bencana.

“Khusus anak-anak, terutama yang menjadi yatim piatu, bila perlu kita dorong agar mendapatkan KIP sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan dari SD, SMP hingga SMA,” katanya.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat itu menegaskan bahwa bantuan pendidikan menjadi langkah penting agar masa depan anak-anak korban bencana tetap terjamin.

“Minimal satu persoalan utama keluarga bisa kita selesaikan, yaitu pendidikan anak-anaknya. Setelah itu, kita pikirkan bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait langkah-langkah lainnya,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan pendidikan, Rajiv juga bertemu dengan kelompok tani yang terdampak bencana longsor di wilayah Pasirlangu. Ia menyebut banyak petani hortikultura kehilangan lahan serta sumber penghidupan akibat bencana tersebut.

“Saya juga ingin bertemu para kelompok tani yang terdampak. Kita perlu memikirkan bagaimana mereka bisa kembali menjalankan usaha pertaniannya, tentu bukan di lahan yang sebelumnya terdampak,” kata Rajiv.

Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempertimbangkan relokasi lahan pertanian bagi para petani yang terdampak longsor.

Menurut Rajiv, setelah lokasi baru ditetapkan oleh pemerintah daerah, pihaknya siap membantu memenuhi kebutuhan para petani hortikultura agar dapat kembali berproduksi dan menghidupi keluarganya.

Di sisi lain, Rajiv juga menyoroti tingginya potensi bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang salah satunya dipicu oleh alih fungsi lahan. Ia menyebut kawasan yang kini ditanami hortikultura sebelumnya merupakan hutan pinus yang memiliki fungsi penting sebagai penyerap air.

“Ketika hutan pinus ditebang dan diganti tanaman hortikultura, daya serap air berkurang sehingga risiko bencana menjadi lebih besar,” jelasnya.

Meski demikian, Rajiv menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang terdampak bencana longsor di Bandung Barat.

“Saya turut berduka cita bagi keluarga yang kehilangan sanak saudara. Ke depan, kita harus bersama-sama memastikan masa depan anak-anak yang ditinggalkan tetap terjamin, terutama agar mereka dapat menyelesaikan pendidikannya,” pungkasnya. (Yudis/*)

Add Comment