Ubah Mindset, BUMD Harus Profit
SUKABUMI (11 Maret): Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pelayanan masyarakat, tetapi juga sebagai entitas bisnis milik daerah yang harus mampu dikelola secara profesional dan menghasilkan keuntungan yang sehat bagi perusahaan serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“BUMD kita bukan hanya soal pelayanan, tapi harus menjadi motor penggerak ekonomi dan penyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang sehat,” tegas Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat memberikan pengarahan kepada jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bumi Wibawa (TBW) dan PD Waluya dalam rapat di Opproom Setda Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).
Ayep Zaki mendorong BUMD Kota Sukabumi mampu dikelola secara profesional dan memiliki orientasi bisnis yang jelas. Oleh karenanya, mengubah pola pikir di lingkungan perusahaan menjadi penting.
Bukan hanya itu, Wali Kota Sukabumi mendorong penerapan strategi manajemen berbasis 5M atau Man, Money, Material, Machine, dan Method yang merupakan kerangka kerja fundamental untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien melalui pengelolaan SDM, modal, bahan baku, teknologi, dan prosedur kerja.
“Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun tata kelola perusahaan yang lebih efektif, efisien, serta berorientasi pada hasil,” tukas Ayep Zaki.
Saat ini, Perumda Tirta Bumi Wibawa tercatat memiliki aset sekitar Rp83 miliar, sedangkan PD Waluya sebesar Rp313 juta. Dengan potensi tersebut, Wali Kota berharap kedua perusahaan daerah mampu menghasilkan profit minimal 10% dari nilai aset yang dimiliki serta meningkatkan pertumbuhan keuntungan setiap tahun.
Ayep yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi itu juga menegaskan bahwa keberhasilan BUMD sangat ditentukan oleh integritas dan profesionalisme sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Integritas, profesionalisme, dan komitmen kerja harus menjadi fondasi utama. Dengan pengelolaan yang baik, BUMD Kota Sukabumi diharapkan dapat tumbuh menjadi entitas bisnis yang sehat, kuat, serta mampu mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(*/WH/AS)