Felly Runtuwene Minta Pemda Perkuat Edukasi Penanganan Campak

JAKARTA (31 Maret): Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Jawa Tengah sudah berjalan baik. Namun, tingginya daya tular penyakit itu membuat upaya edukasi publik harus diperkuat secara masif dan melibatkan berbagai pihak.

“Kalau satu orang terkena campak bisa menularkan ke 18 orang. Maka edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orangtua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujar Felly saat kunjungan spesifik (kunspek) Komisi IX DPR di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (30/3/2026).

Felly dan rombongan bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen beserta jajaran.

Felly menekankan, meskipun penanganan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menunjukkan hasil positif, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan, khususnya melalui imunisasi.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi celah penyebaran penyakit di tengah masyarakat.

“Kita tahu bersama ada juga orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi. Nah, ini menjadi masalah kalau orang tua melarang anaknya untuk diimunisasi,” tegas legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Utara tersebut.

Sebagai informasi, campak atau rubeola merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular akibat virus Morbillivirus. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), serta ruam merah yang menyebar ke seluruh tubuh.

Penularan terjadi melalui percikan liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Dalam kondisi tertentu, campak dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare berat, hingga kematian, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. (dpr.go.id/*)

Add Comment