NasDem Dorong Vaksinasi Campak Berbasis Cuaca dan Pemetaan Risiko

JAKARTA (21 April): Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya perencanaan vaksinasi campak yang lebih terukur dan berbasis data. Terkhusus, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan karakteristik wilayah di Tanah Air.

Felly menilai pendekatan distribusi vaksin selama ini masih cenderung reaktif, padahal pola penyebaran penyakit di negara tropis seperti Indonesia dapat diprediksi.

“Pemerintah harus menyusun strategi vaksinasi yang mempertimbangkan siklus musim serta potensi kemunculan wabah di daerah tertentu. Dengan demikian, intervensi dapat dilakukan lebih dini sebelum kasus meningkat,” ujar Felly di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar fokus penanganan penyakit tidak hanya tertuju pada satu isu tertentu, seperti tuberkulosis, tetapi juga tetap memperhatikan penyakit lain yang berpotensi menimbulkan wabah, termasuk campak dan polio.

Menurutnya, keseimbangan program imunisasi sangat penting untuk menjaga ketahanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Felly menilai, pemerintah perlu memiliki pendekatan berbasis perhitungan yang matang dalam menentukan prioritas vaksinasi. Hal ini mencakup pemetaan wilayah rawan, waktu penyebaran penyakit, hingga kesiapan distribusi vaksin agar dapat menjangkau masyarakat secara optimal.

Tapi bukan berarti mengabaikan juga yang lain-lain, seperti vaksin campak dan mungkin polio dan lain sebagainya. Jadi ini juga jangan diabaikan, tetap kita harus menghitung,” tegasnya.

Di sisi lain, Felly juga mendorong adanya model prediksi yang lebih ilmiah dalam membaca potensi penyebaran wabah di Indonesia.

Dengan kondisi geografis sebagai negara tropis, menurutnya sudah seharusnya pemerintah memiliki rumusan yang mampu memperkirakan kapan dan di mana suatu penyakit berpotensi meningkat.

“Kita harus menghitung, ada rumus yang mungkin bisa dipakai untuk masyarakat Indonesia. Ini daerah tropis. Jadi kira-kira kalau wabah ini masuk atau meledak karena dipengaruhi cuaca, di mana itu harus bisa dipetakan,” pungkasnya. (dpr.go.id/*)

Add Comment